November 2, 2026
EKONOMI & PERBANKAN

Sinergi BI dan TPID Bali Jaga Stabilitas Ekonomi di Tengah Keterbatasan BBM

LITERASIPOST.COM – Denpasar | Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali bersama Pemerintah Daerah, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), Pertamina, dan pelaku usaha memperkuat sinergi dalam menjaga kelancaran distribusi BBM serta stabilitas harga barang dan jasa di Bali. Langkah koordinasi ini ditempuh guna mendukung keberlangsungan aktivitas ekonomi masyarakat dan wisatawan di tengah dinamika keterbatasan pasokan BBM.

Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Bali, Achris Sarwani, menyampaikan bahwa pasokan BBM di Bali diyakini akan pulih secara bertahap seiring kecepatan dan keberhasilan langkah percepatan pemulihan yang dipacu oleh Pertamina. Hal ini diharapkan mampu mengurai antrean kendaraan serta memenuhi kebutuhan masyarakat dalam waktu dekat.

BACA JUGA :  Momentum Optimisme Konsumen Bali Tertahan pada Februari 2022

Dampak Terhadap Aktivitas Ekonomi dan Simulasi Pertumbuhan

Hasil pemantauan BI dan komunikasi dengan para pelaku usaha menunjukkan bahwa keterbatasan pasokan BBM beberapa hari terakhir terutama berdampak pada mobilitas harian masyarakat serta wisatawan. Sejumlah penundaan operasional sempat terjadi, seperti keterlambatan layanan transportasi wisata, penjemputan tamu hotel, hingga distribusi logistik harian (bahan makanan, minuman, dan jasa laundry).

Meski demikian, aktivitas bisnis di Bali secara umum dinilai tetap berjalan lancar dan belum menunjukkan indikasi gangguan signifikan terhadap perekonomian daerah. Berdasarkan hasil simulasi internal Bank Indonesia:

 * Jika keterbatasan BBM berlangsung 3–5 hari: Dampak terhadap pertumbuhan ekonomi Bali diprakirakan sekitar 0,014%.

 * Jika berlangsung hingga 7 hari: Dampaknya diprakirakan meningkat menjadi sekitar 0,019%.

Mengingat proses normalisasi pasokan dan distribusi BBM sedang berjalan, dampak ekonomi ini diprediksi bersifat sementara dan relatif terbatas.

Stabilitas Harga Pangan dan Proyeksi Inflasi

Dari segi keterjangkauan harga, pantauan BI di sejumlah pasar tradisional menunjukkan persediaan pasokan bahan pangan masyarakat masih mencukupi dan harganya relatif stabil. Hingga saat ini, belum ditemukan adanya tekanan kenaikan harga yang meluas.

Kendati potensi kenaikan biaya distribusi logistik dalam jangka pendek tetap ada, dampaknya terhadap tingkat inflasi daerah diperkirakan tetap terkendali:

 * Simulasi 3–5 hari: Berdampak sekitar 0,010% terhadap inflasi Bali.

 * Simulasi hingga 7 hari: Dampak diprakirakan mencapai 0,018%.

BACA JUGA :  FAPET UNUD Lakukan “Benchmarking” dan Monev Mahasiswa Magang PKKM di UGM

Langkah Strategis dan Antisipasi Panic Buying

Guna memastikan stabilitas jangka panjang, Bank Indonesia menekankan beberapa poin krusial yang perlu terus diperkuat bersama pemangku kepentingan:

 * Penguatan Distribusi BBM: Memastikan kelancaran dan kecukupan pasokan BBM, khususnya jenis BBM bersubsidi.

 * Komunikasi Publik Efektif: Menginformasikan perkembangan terkini secara transparan dan berkala guna memberikan kepastian informasi, menjaga ketenangan warga, serta menghindari aksi pemborongan (panic buying).

 * Transisi Energi Jangka Panjang: Mendorong percepatan penggunaan kendaraan listrik di Bali sebagai bagian dari efisiensi energi dan kelestarian lingkungan.

Bank Indonesia Provinsi Bali turut mengapresiasi penanganan cepat dari Pertamina dan Pemerintah Daerah. Dengan telah tibanya pasokan BBM tambahan dan pengoptimalan jalur distribusi, BI optimistis stabilitas perekonomian serta inflasi Bali akan tetap terjaga dengan baik. (L’Post)

(Sumber: rilis BI)

Related Posts