April 17, 2026
PARIWISATA & SENI BUDAYA

Tetap Bergerak Ciptakan Kebersihan yang Berkelanjutan

LITERASIPOST.COM – Legian | Tim WPN (Wayan Puspa Negara) yang didukung komunitas BumiKita bersama stakeholder pariwisata dan pelaku usaha di wilayah Kelurahan Legian, Kabupaten Badung, Bali, kembali melaksanakan kegiatan Beach Clean Up di Pantai Legian, Jumat (17/4). Gerakan ini dilaksanakan secara rutin dan berkelanjutan setiap hari Jumat pagi guna menciptakan destinasi yang bersih, asri dan mempesona.

Belakangan, para peserta Beach Clean Up tak hanya diajak untuk membersihkan area pantai dari sampah, baik sampah-sampah kiriman, plastik maupun mikroplastik, tetapi juga dibiasakan untuk memilah sampah secara langsung. Sampah organik dan anorganik dipisahkan agar proses pembuangan ke tempat pembuangan akhir lebih gampang.

BACA JUGA :  Dibuka, Jatiluwih Eco Farm Hadirkan Konsep "Farm to Table"

Wayan Puspa Negara selaku inisiator gerakan, mengatakan bahwa beberapa negara di kawasan Asia Tenggara seperti Vietnam, Malaysia,Thailand, Burma, Laos, Kamboja dan Myanmar sudah terbiasa memilah sampah. Jadi, tak ada negara maju yang tidak memilah sampah.

“Hanya kita (di Indonesia) yang memang belum terbiasa, tapi apapun itu kita akan mulai dari Pantai Legian. Setiap orang yang datang ke sini baik itu wisatawan, masyarakat, stakeholder maupun yang kita ajak kerja bakti sudah lebih dari 6 tahunan di pantai, untuk memiliki mindset bahwa memilah sampah adalah kewajiban”, ungkap Puspa Negara.

Ketua Fraksi Gerindra DPRD Badung ini melanjutkan, bahwa memilah sampah adalah bagian dari kehidupan agar menjadi terbiasa. Karena, memilah sampah akan memberi manfaat besar di samping memudahkan pengolahan juga berarti pelestarian lingkungan secara tidak langsung. Oleh karena itu, pihaknya tetap berharap kegiatan bersih-bersih setiap Jumat pagi di Pantai Legian daapt menciptakan dua hal.

“Yang pertama adalah menciptakan pantai ini selalu bersih, yang kedua adalah menciptakan kebiasaan kita agar bisa memilah sampah agar biasa hidup bersih dan agar biasa memperhatikan lingkungan”, sebutnya.

Apapun itu, katanya, kita tidak boleh menyerah karena persoalan sampah pasti bisa diselesaikan secara bersama-sama karena menjadi tanggung jawab bersama dalam menyelesaikan persoalan tersebut.

BACA JUGA :  Polda Bali Akan Terapkan Penggunaan Busana Adat Bali dan Endek

Di sisi lain, gerakan Beach Clean Up bertujuan menciptakan habit atau kebiasaan untuk memberi ruang kepada masyarakat, pelaku usaha, termasuk wisatawan agar memiliki daya awareness, daya perhatian, atau daya atensi, kepada lingkungan. Jika masing-masing memiliki rasa tanggung jawab kepada lingkungan maka diyakini lingkungan akan bersih, sehat, asri dan mempesona. Terlebih, Pantai Legian sebagai destinasi pariwisata internasional yang harus setiap saat dalam kondisi bersih, sehat, asri dan mempesona.

“Karena tujuan kita adalah menciptakan pariwisata yang berkelanjutan, untuk menciptakan trickle-down effect dan multiplayer effect buat masyarakat”, tutupnya. (L’Post)

Related Posts