November 30, 2022
BALI

Tiga Menteri Tinjau Vaksinasi dan Tempat Isoter, Luhut Sebut Kasus Covid-19 di Bali Stagnan

LiterasiPost.com, Denpasar | Gubernur Bali Wayan Koster bersama Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati mendampingi Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, dan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin meninjau kegiatan vaksinasi di DPRD Provinsi Bali, hingga tempat isolasi terpusat (Isoter) yang berlokasi di Werdhapura Village Center, Sanur, Denpasar dan Hotel Primesbiz Kuta, Badung, Kamis (12/8/2021).

Menko Marves, Luhut Binsar Panjaitan menyampaikan pentingnya Isoter, Tracing dan Testing untuk mengurangi penyebaran Covid-19 di Bali yang hingga saat ini masih di angka ribuan. Di hadapan awak media, Menko Marves juga mengharapkan pasien yang sudah dinyatakan positif agar langsung diarahkan Isoter sebanyak-banyaknya.

BACA JUGA :  Bantu Warga Terdampak Pandemi, PSBI Salurkan 2.500 Paket Sembako di Bali

“Ini jadi kunci mengurangi terjadinya klaster keluarga yang rentan tertular apabila isolasi mandiri,” ujarnya seraya mengajak seluruh pemerintah daerah baik Pemprov dan Pemkab/Pemkot se-Bali untuk meningkatkan Tracing dan Testing terhadap orang yang berinteraksi erat dengan pasien positif Covid.

Menko Luhut juga meyakinkan bahwa bagi yang dinyatakan Covid harus masuk Isoter. Karena di tempat tersebut ditangani dan dilayani dengan baik, apalagi ada dokter, serta obat-obatan dan oksigen yang cukup. Jadi semua disiapkan pemerintah, tempatnya juga bagus.

“Baru positif jangan berkecil hati, ini bukan aib,” ajaknya seraya mencontohkan keluarganya turut menjadi keganasan pandemi Covid-19, mulai anak, menantu hingga cucu, yang semuanya melewati proses penyembuhan di lokasi Isoter.

BACA JUGA :  Soal Kabel Semrawut dan "Tiang Beranak", Ini Penjelasan PLN

Disisi lain, Luhut Binsar Panjaitan mengajak seluruh pemegang kebijakan di Bali untuk bersatu padu menangani penyebaran pandemi, mengingat tingkat kasus di Pulau Bali yang dinilainya masih tetap stagnan.

“Ayo kita semua sama-sama perbaiki diri, jangan saling salah-salahan, patuhilah anjuran dan kebijakan pemerintah. Karena kami mengkaji semua itu dari semua sudut, kami lihat dari semua disiplin ilmu baik dari epilognya, sosialnya, baik dari ekonominya, hingga ketahanan politik. Tak ada satu pun satu pejabat, institusi atau negara yang punya pengalaman menangani kasus seperti ini sepanjang sejarah, semenjak terakhir terjadinya wabah flu puluhan tahun lalu atau sekitar tahun 1917,” jelasnya.

Sementara itu, Mendagri Tito Karnavian dalam arahannya mengakui protokol kesehatan di Bali sudah cukup baik, seperti disiplin memakai masker. Begitu juga kemampuan Testing lumayan baik.

BACA JUGA :  Polresta Denpasar Amankan 51 Pelaku Narkoba, Diantaranya Pasutri

“Jadi sudah satu setengah tahun lebih kita berhadapan dengan pandemi dan polanya sudah tahu kita, yakni menerapkan protokol kesehatan dengan 5M yaitu, Mencuci tangan, Memakai masker, Menjaga Jarak, Menjauhi Kerumunan, dan Mengurangi mobilitas. Kemudian melakukan Testing dan Tracing, serta mengikuti vaksinasi,” ujarnya.

Sebagai penutup Menkes, Budi Gunadi mengingatkan seluruh masyarakat untuk tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan. “Jangan lupa protokol kesehatannya, pakai masker di manapun, untuk upacara keagamaan jangan terlalu berkerumun,” pungkasnya.

Selain meninjau vaksinasi dan tempat Isoter di Kota Denpasar dan Kabupaten Badung, ketiga Menteri didampingi Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati juga meninjau tempat Isoter di Kabupaten Buleleng. (igp/r)

Related Posts