May 10, 2021
GAYA HIDUP & TEKNOLOGI

Wamen BUMN II Tinjau Vaksinasi Covid-19 di The Nusa Dua

LiterasiPost.com, Badung –
Memasuki hari ke-6 pelaksanaan vaksinasi Covid-19 bagi para pekerja pariwisata di kawasan The Nusa Dua (kawasan pariwisata yang dikelola oleh PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero)/Indonesia Tourism Development Corporation/ITDC), sebanyak 5.296 orang atau lebih dari 60 persen telah mendapat vaksinasi dari target sebanyak 8.671 orang.

Pekerja pariwisata dan ekonomi kreatif tersebut terdiri dari karyawan hotel dan fasilitas kawasan The Nusa Dua, petugas keamanan dan kebersihan kawasan, pegawai ITDC, paguyuban pedagang pantai serta tenaga transportasi.

Pelaksanaan vaksinasi hari ke-6 ini ditinjau langsung oleh Wakil Menteri BUMN II (Wamen BUMN II) Kartika Wirjoatmodjo, didampingi oleh Direktur Utama ITDC Abdulbar M Mansoer, Direktur Utama PT HIN (PT Hotel Indonesia Natour) Iswandi Said, Managing Director The Nusa Dua I Gusti Ngurah Ardita, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Badung dr. Nyoman Gunarta dan Hotel Manager Grand Hyatt Bali Amrit Gurung. Dalam peninjauan ini, Wamen BUMN II melihat proses vaksinasi mulai dari pengecekan suhu tubuh, registrasi, QR Check-in, screening, vaksinasi, observasi, penerimaan sertifikat hingga QR Check Out.

BACA JUGA :  Personel Polda Bali dan Jajaran Jalani Vaksinasi Covid-19

Vaksinasi dilaksanakan di Ballroom Grand Hyatt Bali – The Nusa Dua, mulai 22 Maret hingga 30 Maret 2021 dengan target 1.000 peserta per hari. Dengan kapasitas ballroom mencapai 1.200 orang dan memiliki luas 1.202 m², tempat ini sangat representatif, aman dan nyaman sebagai lokasi vaksinasi. Selain itu, dengan sistem antrian yang efisien, saat ini bahkan dapat dilakukan vaksinasi maksimal hingga 300 orang setiap jamnya.

Untuk diketahui, program vaksinasi ini diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, serta Kementerian BUMN bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Bali dan Kabupaten Badung, ITDC, Bali Tourism Board, Grand Hyatt Bali serta BIMC Siloam Nusa Dua. Dinas Kesehatan Kabupaten Badung menerjunkan 8 tim yang terdiri dari 48 tenaga kesehatan, didukung oleh BIMC Siloam Nusa Dua yang menyediakan mini ICU serta ambulance di lokasi vaksinasi.

“Terimakasih kepada ITDC dan seluruh stakeholder pariwisata beserta Dinas Kesehatan Kabupaten Badung atas pelaksanaan vaksinasi untuk para pekerja di kawasan The Nusa Dua ini. Dengan target kurang lebih 1.000 orang per hari, kami harapkan vaksinasi ini bisa selesai minggu depan sesuai rencana, dan berjalan lancar, sehat, dan aman. Ke depannya, semoga kawasan yang dikelola ITDC ini dapat menjadi travel bubble dan dapat dibuka segera untuk kunjungan turis sekitar Mei-Juni nanti,” ujar Wamen BUMN II, Kartika Wirjoatmodjo.

BACA JUGA :  Inovasi Charge.In, Dukungan PLN pada Penerapan Kendaraan Listrik

“Terimakasih atas kunjungan Bapak Wamen BUMN II dalam kegiatan vaksinasi di The Nusa Dua hari ini. Melalui kunjungan ini, Bapak dapat menyaksikan secara langsung besarnya antusiasme para pekerja pariwisata mengikuti kegiatan vaksinasi sebagai upaya mereka turut mendukung pemulihan pariwisata Bali. Selain itu, melalui program vaksinasi ini, seluruh pekerja pariwisata dan industri kreatif dalam kawasan akan tervaksinasi. Dengan program vaksinasi secara menyeluruh, serta sertifikat CHSE yang telah dikantongi oleh tenant The Nusa Dua ini, kami yakin The Nusa Dua dapat menjadi green zone atau destinasi pariwisata bebas Covid-19 yang aman dan nyaman untuk dikunjungi wisatawan,” ungka Direktur Utama ITDC, Abdulbar M Mansoer.

The Nusa Dua bersama Ubud dan Sanur telah dicanangkan Pemerintah sebagai green zone dalam upaya menghidupkan kembali pariwisata Bali. Green zone diwujudkan untuk membuat wisatawan merasa aman dan nyaman saat berwisata, baik karena penerapan protokol kesehatan yang ketat maupun vaksinasi menyeluruh terhadap masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di zona atau kawasan tersebut berikut desa-desa penyangganya.

Seperti diketahui, sebanyak 22 tenant kawasan The Nusa Dua telah mengantongi Sertifikat Cleanliness, Health, Safety and Environmental Sustainability (CHSE) dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, antara lain Grand Hyatt Bali, Sofitel Bali Nusa Dua Beach Resort, The Laguna a Luxury Collection Resort & Spa, Ayodya Resort Bali, The Kenja, The Grand Bali Nusa Dua, Kayumanis Nusa Dua Private Villa & Spa. St Regis Bali Resort, dan The Westin Resort Nusa Dua Bali.

BACA JUGA :  Sambut Bali Reborn, Kemenkes Lakukan Monev Kesiapan RSUP Sanglah

Kemudian, Bali Collection, Kagura Authentic Japanese Cuisine, Nusa Dua Beach Hotel & Spa, Grand Whiz Hotel Nusa Dua, Inaya Putri Bali, Melia Bali, Novotel Bali Nusa Dua Hotels & Residences, Mercure Bali Nusa Dua, Museum Pasifika, Amarterra Villa Bali Nusa Dua, Courtyard by Marriott Bali Nusa Dua Resort, Bali National Golf Resort dan Marriott’s Bali Nusa Dua Gardens.

Untuk memastikan pelaksanaan physical distancing dalam kawasan, ITDC telah menerapkan crowd management dengan membatasi jumlah pengunjung di suatu lokasi atraksi wisata maksimal 25 orang, dan menerapkan Queue and Interaction Management dengan mengatur jarak antrian pengunjung sehingga dapat mencegah penumpukan pengunjung. ITDC juga menggunakan sistem cashless berupa penggunaan sistem QRIS untuk transaksi wisatawan di seluruh area The Nusa Dua sehingga mengurangi interaksi melalui sentuhan.

Sementara itu, guna menambah daya tarik kawasan sekaligus menyambut pembukaan kembali pariwisata Bali, ITDC sedang melakukan upaya optimalisasi kawasan dengan melakukan penambahan venue event, diantaranya pembangunan stage kecak di Pulau Peninsula serta penataan lahan di Pulau Nusa Dharma untuk kegiatan yoga dan meditasi. (igp/r)

Related Posts