April 22, 2026
POLITIK & INSTANSI

Kampanye Berakhir, AMERTA Tegaskan Siap Mundur Bila Program Tak Terwujud

LiterasiPost.com, Denpasar –
Memasuki hari terakhir masa kampanye Pemilihan Walikota-Wakil Walikota (Pilwali) Denpasar, Paslon AMERTA (Gede Ngurah Ambara Putra-Made Bagus Kertha Negara) masih melakukan simakrama dan sosialisasi ke beberapa tempat, Sabtu (5/12/2020).

BACA JUGA :  Razia Penegakan Prokes di Lapangan Puputan Badung, 18 Orang Diganjar Teguran

Bertempat di sebuah warung makan wilayah Peguyangan, Paslon AMERTA menghadiri pertemuan fraksi Partai Golkar Denpasar Utara. Turut hadir diantaranya Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Bali Sugawa Korry, Sekretaris DPD Partai Golkar Bali Dauh Wijana, Ketua DPD II Partai Golkar Kota Denpasar sekaligus Ketua Tim Pemenangan AMERTA Mariyana Wandhira, serta Anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Kota Denpasar Wayan Suwirya.

BACA JUGA :  DJP dan DJPK Sinergi 113 Pemda Tanda Tangani Kerja Sama Pajak Pusat Daerah Tahap V

Berlanjut Paslon nomor 2 ini bertatap muka dengan PKK Banjar Padang Griya, Desa Padangsambian, Denpasar Barat. Terakhir, Paslon AMERTA menyambangi keluarga besar Bhujangga Waisnawa di wilayah Banjar Tengah, Kelurahan Renon, Jalan Tukad Balian Gang XXX. Di pasemetonan ini terdapat sekitar 35 KK. Semuanya menyatakan mendukung AMERTA agar menang di Pilwali 9 Desember nanti. 

BACA JUGA :  Tingkatkan Pelayanan Umat, PHDI Denpasar Gelar Manusa Yadnya Bersama

Dalam setiap pertemuan Paslon AMERTA secara intens memperkenalkan program-program unggulan, diantaranya santunan kelahiran Rp1 juta, meninggal Rp10 juta, insentif bagi prajuru (pengurus) banjar adat Rp30 juta/tahun, dana kreativitas seni budaya Sekaa Teruna-teruni (STT) Rp25 juta/tahun, PKK Rp5 juta/tahun dan Dadia Rp5 juta/tahun. Program tersebut merupakan penjabaran dari visi misi, yakni Mewujudkan Denpasar Berseri (Bersih, Sejahtera dan Indah), Smart City, Berbudaya dan Berdaya Saing.

BACA JUGA :  Bali International Film Festival (Balinale) 2022 Hadirkan 63 Film dari 26 Negara

“Program kami adalah program pro-rakyat untuk perubahan Kota Denpasar menuju kesejahteraan. Kami punya cara untuk mewujudkan semua itu, poinnya adalah penerapan digitalisasi agar pendapatan daerah meningkat. Jika kami terpilih menjadi Walikota dan Wakil Walikota Denpasar, seandainya dalam dua tahun kami tidak bisa mewujudkan program-program tersebut, maka kami siap mundur,” tegasnya. (igp)

Related Posts