November 2, 2026
BALI

Kerja ke Jepang, LPK Darma Bersama Mitra Seleksi Puluhan Kandidat

LITERASIPOST.COM – Denpasar | Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Darma kembali membuka peluang kerja ke luar negeri bagi generasi muda. Kali ini, LPK Dharma kedatangan perwakilan perusahaan dan Accepting Organization (lembaga penerima/Kumiiai) baru dari Jepang untuk melakukan proses seleksi wawancara langsung terhadap puluhan kandidat di Bali.

Direktur LPK Darma, Mega Devia In Baliani, mengungkapkan bahwa kerja sama dengan mitra baru ini merupakan angkatan perdana yang berfokus pada bidang pengolahan daging.

Direktur LPK Darma, Mega Devia In Baliani, S.Ak., M.Kom. (tengah), bersama Marketing LPK Darma, I.G.A. Fitriana, SE (kiri), dan Guru LPK Darma, Darma Mahendra Sensei. (Foto: Literasipost) 

“Mereka bertindak sebagai Accepting Organization untuk mewawancarai langsung sebanyak 42 kandidat, dan nantinya disaring menjadi 12 orang untuk ditempatkan di daerah Ibaraki, Jepang”, ujar Mega saat ditemui di kantornya, Selasa (23/6).

Proses seleksi dilakukan secara ketat dan profesional. Pihak perusahaan Jepang menitikberatkan penilaian pada kemampuan percakapan dasar, cara memperkenalkan diri (jikoshoukai), sikap (attitude), artikulasi pelafalan bahasa Jepang, serta ketegasan kandidat. Selain itu, isi Curriculum Vitae (CV) dan angket kepribadian yang telah diisi siswa juga menjadi acuan penting.

Mega menjelaskan, LPK Darma membuka pintu bagi peserta umum, tidak terbatas hanya pada siswa internal LPK Darma saja, melainkan juga bekerja sama dengan beberapa LPK penyangga dari luar Bali, seperti Jawa dan Lombok.

Untuk program magang (Kenshuusei), kualifikasi yang dibutuhkan relatif ramah bagi lulusan baru. Usia minimal 18 tahun dan maksimal 30 tahun (untuk visa kerja/SSW bisa mencapai 35 tahun), minimal lulusan SMA/SMK sederajat, dan menguasai kemampuan bahasa Jepang tingkat dasar. Kandidat yang lolos nantinya akan dikontrak selama 3 tahun dengan tawaran take-home pay (gaji bersih) yang cukup menjanjikan, yakni berkisar antara Rp18 juta hingga Rp20 juta per bulan.

BACA JUGA :  BRI Gelar Perayaan HUT ke-129 dengan Semangat Kebersamaan

Kandidat yang dinyatakan lolos interview, LPK Darma menerapkan transparansi biaya keberangkatan sebesar Rp37,5 juta. Biaya tersebut bersifat all-in, artinya seluruh komponen utama kebutuhan peserta sudah terpenuhi tanpa ada biaya tambahan tersembunyi. Fasilitas yang didapatkan dari biaya tersebut meliputi:

 ▪️Medical check-up (1 kali)

 ▪️Pengurusan visa dan paspor

 ▪️Biaya asrama dan pendidikan/diklat selama di Indonesia

 ▪️Uang makan untuk peserta selama masa pelatihan

Untuk meringankan beban finansial peserta, LPK Darma menyediakan sistem pembayaran yang fleksibel. Biaya keberangkatan tersebut dapat dicicil sebanyak dua kali. Selain itu, bagi peserta yang membutuhkan, LPK Darma juga menyediakan program dana talangan melalui kerja sama dengan pihak ketiga, yaitu lembaga koperasi mitra.

Menanggapi kekhawatiran masyarakat mengenai maraknya penipuan berkedok magang ke Jepang, Mega menegaskan bahwa LPK Darma Mega Devia adalah lembaga yang aman dan kredibel. LPK Dharma telah resmi mengantongi izin sebagai Sending Organization (SO) dari Kementerian Ketenagakerjaan RI (Kemnaker) yang dapat dicek langsung legalitasnya oleh masyarakat di internet.

Pihak LPK juga memberikan kepastian perlindungan penuh bagi para pekerja selama berada di luar negeri. Jika terjadi kondisi darurat, seperti kecelakaan kerja atau gangguan kesehatan yang memerlukan tindakan medis besar (misalnya operasi), seluruh proses penanganan akan diurus penuh oleh pihak Kumiiai dan biayanya ditanggung 100% oleh perusahaan Jepang. Lebih lanjut, apabila pekerja mengalami kondisi kesehatan yang membuatnya sama sekali tidak bisa melanjutkan pekerjaan, pekerja tersebut akan dipulangkan ke Indonesia dengan seluruh biaya pemulangan ditanggung oleh pihak perusahaan.

BACA JUGA :  PLN Serahkan Bantuan CSR untuk Dua Pura di Bali

Sejak tahun 2018, LPK Darma telah memberangkatkan sekitar 450-an tenaga kerja yang tersebar di berbagai wilayah Jepang, seperti Ibaraki, Osaka, Kyoto, Fukuoka, hingga Sapporo. Bidang kerjanya pun beragam, mulai dari konstruksi, pertanian, pengolahan makanan, pabrik nasi, hingga industri restoran.

Antisipasi Perubahan Regulasi Magang di Tahun 2027

Lebih lanjut, Mega memberikan informasi penting terkait adanya rencana perubahan regulasi dari Pemerintah Jepang pada tahun 2027 mendatang. Sistem magang konvensional (Kenshuusei) rencananya akan dihapus dan digantikan dengan sistem baru bernama Ikusei Shouro.

Perbedaan mendasar dari sistem baru ini adalah fleksibilitas bagi para pekerja. Jika pada sistem magang lama peserta tidak boleh pindah perusahaan selama 3 tahun kontrak, pada sistem Ikusei Shouro nantinya pekerja yang sudah menyelesaikan 1 tahun masa kerja diizinkan untuk mengajukan pindah perusahaan atau bidang kerja.

“Untuk sistem magang yang sekarang, pengiriman terakhir kami akan dilakukan pada September 2026. Setelah itu, di tahun 2027 kita akan beralih menggunakan regulasi baru sesuai aturan Pemerintah Jepang. Bagi anak-anak yang sudah telanjur berangkat dengan visa magang, mereka akan menyelesaikan dulu kontrak 3 tahunnya, dan proses transisi visanya nanti akan dibantu oleh lembaga penerima di Jepang,” pungkas Mega.

Salah satu kandidat, Ahmad I Aprilian (21), dari Banyuwangi, Jawa Timur, mengaku telah membekali diri dengan pelatihan bahasa Jepang selama 7 bulan di LPK daerah asalnya sebelum mengikuti wawancara.

​”Motivasi saya ke Jepang tentu untuk mencari pengalaman baru dan melatih kemandirian, sekaligus mencari pendapatan sendiri. Dari pihak keluarga, seperti ibu dan kakak, semuanya sangat mendukung penuh langkah saya ini. Secara mental dan persiapan, saya sudah 100 persen siap,” ungkap Ahmad yang merupakan lulusan SMA ini. Ia mengaku sama sekali tidak gentar menghadapi tantangan kerja di bidang pengolahan daging di Jepang nanti, dan berharap proses seleksi kali ini membuahkan hasil yang positif. (L’Post)

Related Posts