July 28, 2021
POLITIK & INSTANSI

AMERTA: Denpasar Harus Lebih Maju

LiterasiPost.com, Denpasar – Apa yang terungkap dari masyarakat ketika ditanya tentang keinginannya? Rata-rata menjawab ingin adanya perubahan di Kota Denpasar. Lalu, perubahan seperti apa yang dimaksud? Perubahan kondisi ekonomi menjadi lebih baik serta kondisi kota agar terlihat lebih maju.

Itulah beberapa aspirasi yang diserap pasangan calon (Paslon) Walikota – Wakil Walikota Denpasar nomor urut 2, Gede Ngurah Ambara Putra – Made Bagus Kertha Negara dalam setiap agendanya melakukan Gerebeg Pasar. Seperti halnya di Pasar Agung, Desa Adat Peninjoan – Peguyangan Kangin dan Pasar Anyar Sari, Padangsambian, Minggu (8/11/2020). Paslon yang biasa disebut AMERTA ini memang berkomitmen membuat perubahan di Kota Denpasar.
BACA JUGA :  Pemprov Bali Buka Penggalangan Dana Untuk NTT
“Selama ini, kondisi Kota Denpasar masih gitu-gitu aja, gak ada perubahan. Padahal, daerah lain jauh melesat dan terlihat lebih maju. Contohlah Madiun, bisa bikin bus elektrik eksklusif. Begitu juga Banyuwangi, pada malam hari suasana kotanya bagus. Nah, Denpasar yang biasa dikunjungi oleh turis mancanegara harusnya bisa melebihi itu,” ujar Cawali Gede Ngurah Ambara Putra.

Bahkan, kata Ambara, Denpasar dikalahkan oleh Kabupaten Gianyar terutama dalam hal PAD (Pendapatan Asli Daerah). “Dia (Gianyar) penduduknya hanya sekitar 500 ribu jiwa, sedangkan kita (Denpasar) hampir 1 juta jiwa. Gianyar memiliki PAD sekitar Rp1,2 triliun, lalu kita cuma kisaran Rp900 miliar, kok bisa?,” ungkapnya.
BACA JUGA :  Simakrama dengan Relawan Renon, AMERTA Diingatkan Soal Pelestarian Budaya
Untuk itulah AMERTA berkeinginan agar Kota Denpasar memiliki daya tarik serta memaksimalkan penerapan digitalisasi dalam segala hal, salah satunya pada manajemen pasar tradisional. Menurutnya, kondisi fisik pasar rata-rata sudah cukup bagus karena beberapa diantaranya telah mengalami revitalisasi. Namun, pemungutan retribusinya perlu dibuatkan sistem digital guna mencegah kebocoran atau penyelewengan sehingga pendapatan dari pasar bisa dimaksimalkan.
BACA JUGA :  Temu Media, Pangdam Tekankan Kesadaran Cegah Covid-19
Seperti dituturkan seorang pedagang di Pasar Agung, Suartini. “Saya sewa kios pada pihak pasar Rp1,5 juta pertahun, dan setiap hari dipungut retribusi sebesar Rp5 ribu ditambah biaya listrik. Sekarang kondisinya lesu, apalagi ada pandemi. Saya berharap pemimpin mendatang bisa membawa perubahan dan memperbaiki kondisi ekonomi,” ungkapnya yang sudah berjualan selama 15 tahun ini.

Perubahan yang digaungkan Paslon AMERTA juga akan diwujudkan melalui 10 program unggulan yang sekaligus menjadi visi misi Menuju Denpasar Berseri, Smart City, Berbudaya dan Berdaya Saing. (•igp)

Related Posts