November 4, 2026
PARIWISATA & SENI BUDAYA

Ciptakan “Awareness” dan “Sense of Belonging” untuk Pantai Legian Tetap Bersih, Sehat dan Mempesona

LITERASIPOST.COM – Legian | Melalui gerakan Beach Clean Up (bersih-bersih pantai) mampu menumbuhkan habit (kebiasaan) terutama di kalangan pelaku usaha. Sehingga, dengan penuh kesadaran setiap Jumat pagi secara bergiliran mereka hadir ke pantai untuk berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

“Jumlah mereka cukup banyak rata-rata 200 bahkan sampai 1.000 orang di akhir bulan, karena memang kita atur pembagian blok, setiap satu bulan itu ada empat blok, mereka sudah tahu jadwalnya dan itu artinya upaya kita untuk menciptakan kebiasaan untuk hadir saja sudah tercipta”, ujar I Wayan Puspa Negara saat kegiatan Beach Clean Up di Pantai Legian, Kabupaten Badung, pada Jumat (7/11).

I Wayan Puspa Negara dalam kegiatan Beach Clean Up di Pantai Legian bersama pelaku usaha dan stakeholders pariwisata. (Foto: Literasipost)

Hanya saja, menurut Puspa Negara selaku penggagas gerakan ini, memang harus dilakukan secara terus-menerus. Beach Clean Up didedikasikan untuk menjaga kebersihan Pantai Legian sepanjang masa. Maka, kegiatan ini pun akan berlangsung sepanjang masa selama diberikan kesempatan bersama masyarakat dan pelaku usaha untuk melakukan kegiatan ini.

“Ini (Beach Clean Up) adalah bagian terkecil dari diri kita untuk bisa kita berikan kepada lingkungan, karena di mana lingkungan bisa kita jaga maka kita yakini lingkungan pasti akan menjaga kita”, jelasnya.

Ketua Fraksi Gerindra DPRD Badung ini menambahkan bahwa kegiatan Beach Clean Up ini juga merupakan tanggung jawab sosial dari pelaku usaha agar mereka memiliki Sense of Belonging (rasa memiliki) dan awareness (kepedulian) terhadap pantai. Karena, Pantai Legian adalah satu-satunya daya tarik dan primadona yang ada di wilayah Legian. Kalau tidak terjaga maka akan ber-impact pada jumlah kunjungan wisatawan, dan akhirnya berpengaruh pada tingkat okupansi hotel. 

BACA JUGA :  Studi Banding Pelayanan Bidang Akademik dan Kerja Sama, UNUD Terima Kunjungan Universitas Palangka Raya

“Untuk itulah, pelaku usaha kita ajak siaga, apalagi pada Desember hingga Februari nanti kita akan menghadapi badai sampah kiriman. Sebenarnya mulai sekarang seperti lagunya Guns n’ Roses “November Rain”, ketika musim hujan mulai turun artinya sampah mulai timbul, belum lagi kita bicara musim angin barat yang akan mengiringi musim hujan dan diperkirakan setiap hari akan ada lebih dari 70 ton sampah di bibir pantai ini yang harus kita bersihkan”, tegas Puspa Negara.

“Bayangkan, kalau ini tidak kita bersihkan maka wisatawan yang datang pertama kali ke sini di bulan Desember hingga Februari akan sangat disappointed atau kecewa. Oleh karena itu, pelaku usaha kita ajak sehingga mereka tahu dan bisa menjelaskan bahwa ini adalah fenomena musiman yang terjadi di setiap musim hujan atau ketika ada West Monsoon”, imbuhnya.

Melihat sampah yang begitu banyak saat musim tersebut, pihaknya telah mendesak pemerintah untuk menyiapkan teknologi penanganan. Saat ini sudah ada dua alat barbaric (pemisah pasir dengan sampah), tiga unit loader dan traktor untuk membersihkan sampah setiap hari. Dengan begitu, Pantai Legian tetap terjaga kebersihan dan keasriannya. 

BACA JUGA :  16 Delegasi Ikuti National Moot Court Competition Piala Tjokorda Raka Dherana VII 2022

“Hanya satu kebutuhan kita kepada semua pihak, yakni memiliki rasa aware atau kepedulian agar kita semua turut menjaga Pantai Legian tetap bersih, sehat dan mempesona sebagai destinasi internasional”, pungkas Puspa Negara. (L’Post)

Related Posts