June 19, 2021
BALI

Danrem 163/Wira Satya Sebut Pertanian Jadi Solusi di Masa Pandemi

LiterasiPost.com, Denpasar –
Pandemi Covid-19 telah berlangsung selama setahun dan menimbulkan dampak kehidupan termasuk perekonomian masyarakat di Provinsi Bali yang sebagian besar bergantung pada sektor pariwisata.

“Saat ini pariwisata di Bali terasa mati suri akibat pandemi Covid-19, sementara pemenuhan kebutuhan hidup harus tetap tersedia,” kata Danrem 163/Wira Satya Brigjen TNI Husein Sagaf, S.H., Jumat (5/2/2021) di Denpasar.

BACA JUGA :  Dimulai di Kodim Jembrana, Donor Plasma Konvalesen Sambut HUT ke-60 Korem 163/Wira Satya

Dengan adanya situasi tersebut, sektor pertanian dapat menjadi solusi dalam menghadapi kondisi yang terjadi di Bali seperti saat ini.

“Pertanian masih bisa menjadi harapan bagi kita untuk dapat diolah dengan baik sehingga bisa menghasilkan kebutuhan pangan bagi masyarakat,” ucapnya usai penandatanganan nota kesepahaman antara Perusahaan Daerah (Perusda) Provinsi Bali Unit Sangiang dengan Korem 163/Wira Satya.

Dijelaskan, lahan milik Perusda nantinya akan ditanami berbagai pohon termasuk tanaman porang. Porang sendiri merupakan tanaman umbi yang dapat diolah menjadi tepung dan komoditi lainnya.

BACA JUGA :  Dukung Percepatan Vaksinasi Covid-19, Prima Medika Hospital Siap Layani Vaksinasi Bagi Masyarakat

“Kenapa harus porang, karena porang merupakan hal yang baru dan saat ini sedang trend, sesuatu yang baru tentunya akan mengundang orang tertarik untuk ikut,” tutur Danrem.

Sementara Kepala Perusda Provinsi Bali Unit Sangiang, Jembrana, Gusti Darmayasa mengatakan dari 32 hektar lahan milik Perusda, 2 hektar dikerjasamakan dengan Korem 163/Wira Satya.

“Pasar porang sudah ada, hanya saja saat ini kendalanya yakni pengadaan bibit porang, kalaupun ada, harganya lumayan mahal,” ucapnya. (igp/r)

Related Posts