September 28, 2023
GAYA HIDUP & TEKNOLOGI

Dipasangi QRCode, Banjar Merta Nadhi Jadi Pilot Project Bali Bebas Covid-19

LiterasiPost.com, Denpasar | ITB STIKOM Bali dan Bamboomedia bersama Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfos) Kota Denpasar bergerak cepat, seakan berpacu dengan waktu guna menyiapkan Bali bebas Covid-19. Banjar Merta Nadhi di Jalan Gadung No. 47 Desa Dangin Puri Kangin, Denpasar Utara dipilih sebagai pilot project pemasangan QRCode guna melacak mobilitas penduduk yang datang di banjar tersebut, sekaligus sosialisasi riset Ideathon Bali Kembali, Selasa (24/8/2021).

Direktur Layanan Industri, Karir, dan Alumni ITB STIKOM Bali, Dr. Evi Triandini, M. Eng menjelaskan pemasangan QRCode di Banjar Merta Nadhi ini adalah pelaksanaan dari riset “Implementasi Sistem Tracing dan Tracking Mobilitas Publik Berbasis CRCode dan Big Data untuk Mendukung Pembukaan Industri Pariwisata di Bali: Studi Kasus Kota Denpasar”, yang sudah lolos dari Riset Ideathon Bali Kembali dan dibiayai oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

BACA JUGA :  Peringati Hari Bumi, Park23 Creative Hub Gelar "Earth Vibe" Sebulan Penuh

“Pemasangan QRCode di Banjar Merta Nadhi kemarin sebagai salah satu tempat yang dapat digunakan untuk mengumpulkan data masyarakat yang berkunjung ke banjar tersebut. Tujuan pemasangan QRCode yaitu mendapatkan data masyarakat yang datang ke banjar tersebut. Jika terdapat masyarakat yang terkena Covid-19 maka masyarakat yang pernah kontak dengannya akan mendapatkan notifikasi. Hal ini akan mengurangi adanya Covid-19 dari klaster keluarga,” kata Evi Triandini di kampus ITB STIKOM Bali, Renon, Denpasar, Rabu (25/8/2021).

Menurut Evi Triandini, Banjar Merta Nadhi dipilih untuk pemasangan QRCode dan SpeedID karena masih ada mobilitas warga yang berurusan dengan segala keperluan di banjar ini.

“Dengan pemasangan QRCode ini, jika ada warga yang terkonfirmasi postif Covid-19 dan datang di banjar ini, sudah pasti dapat terlacak dan warga yang melakukan kontak erat dengannya segera mendapat notifikasi dari Satgas Penanganan Covid-19 sehingga segera mendapat perawatan,” terangnya.

BACA JUGA :  Pusat Belanja di Bali Boleh Buka, Wagub Cok Ace Tinjau Prokes di Plaza Renon

Pada kesempatan itu, Kepala Dusun (Kelian Banjar) Merta Nadhi, AA Rai Dana Putra menyampaikan terima kasih karena wilayahnya menjadi pilot project penanganan Covid-19 di Kota Denpasar. Menurut Dana Putra, meski di banjarnya sudah menerapkan protokol kesehatan secara ketat, kehadiran alat ini akan sangat membantu melacak keluarga yang terpapar Covid-19.

Secara offline, kegiatan ini juga dihadiri Wakil Rektor 1 ITB STIKOM Bali Ida Bagus Suradarma, SE., M.Si, Kelian Adat Banjar Merta Nadhi IB Anom Suwabawa serta wakil dari Bamboomedia.

Terpisah, Kepala Dinas Kominfos Kota Denpasar, Dr. I Dewa Made Agung, SE, M.Si dalam pengarahannya secara virtual mengatakan, Pemerintah Kota Denpasar sangat mendukung pemasangan QRCode di Banjar Merta Nadhi dan sosialisasi agar warga melakukan check-in melalui smartphonenya jika datang ke banjar. Di wilayah Kota Denpasar terdapat kurang lebih 400 banjar, diharapkan banjar-banjar tersebut bergabung dalam program ini.

BACA JUGA :  Kolaborasi Eksklusif, YOU Beauty dan Hydro Coco Luncurkan Sunscreen

“Semakin banyak banjar dipasangi QRCode akan lebih memudahkan kita mendeteksi siapa saja di lingkungan terdekat kita yang terpapar Covid-19,” kata Dewa Agung.

Seperti diberitakan sebelumnya, ITB STIKOM Bali mendapat kepercayaan dari BNPB untuk riset bersama Bamboomedia dan Dinas Kominfos Kota Denpasar tentang implementasi aplikasi berbasis QRCode guna melacak mobilitas penduduk kota Denpasar. Dengan aplikasi khusus berbasis QRCode ini, jika ada orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 mendatangi suatu pusat keramaian dan melakukan kontak erat dengan orang-orang di sekelilingnya, otomatis data orang tersebut akan tercatat dalam Big Data. Selanjutnya Big Data ini segera mengeluarkan informasi akurat tentang berapa orang yang terpapar dari satu kerumunan tadi kepada Satgas Covid-19.

Mekanismenya, setiap lokasi yang banyak dikunjungi oleh masyarakat akan dipasangi QRCode. Setiap orang mendatangi suatu lokasi pusat keramaian diminta untuk me-download aplikasi SpeedID yang telah dikembangkan oleh Tim Riset Bamboomedia.

BACA JUGA :  Kapolri Keluarkan Mutasi Pati dan Pamen, Enam Pamen Polda Bali Duduki Posisi Baru

“Dengan aplikasi khusus berbasis QRCode dan Big Data, Satgas Covid-19 akan memperoleh informasi lebih akurat mengenai jumlah orang yang terpapar, dan orang yang sempat berinteraksi dengan orang yang terpapar akan mendapatkan notifikasi supaya dapat melakukan pengecekan kondisi kesehatannya,” kata Dr. Evi Triandini, dosen ITB STIKOM Bali, ketika mempresentasikan risetnya dalam Ideathon Bali Kembali melalui webinar, Jumat (30/7/2021) lalu.

Menurut Evi Triandini, dibandingkan dengan penanganan Covid-19 menggunakan pola lama, kita tidak bisa mengetahui secara jelas pergerakan seseorang yang telah terkonfirmasi positif Covid-19.

“Tapi dengan aplikasi khusus ini dia tak bisa menghindar, pasti terlacak dengan segera,” tegas Evi Triandini.

Manfaat lain dari proyek penelitian ini bahwa dengan melakukan tracing kemungkinan orang yang terpapar Covid-19 berdasarkan data mobilitas dari pasien Covid-19 adalah adanya notifikasi langsung dari Satgas Covid-19 ke para pengguna smartphone.

BACA JUGA :  PLN Raih 6 Penghargaan Nusantara CSR Award 2021, Salah Satunya di Bali

Lebih jauh Evi Triandini menjelaskan, proyek penelitian yang dinamakan Denpasar Contact Tracing Project ini diharapkan selesai dalam waktu tidak terlalu lama.

“Aplikasi ini sangat membantu memulihkan pariwisata Bali,” tegas Evi Triandini.

Sebagaimana kita ketahui bersama, dalam rangka memulihkan pariwisata Bali, Presiden Joko Widodo telah menunjuk Bali sebagai tuan rumah perhelatan Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) tahun 2022. Forum GPDRR yang diadakan oleh PBB ini akan dihadiri oleh delegasi dari 193 negara dengan melibatkan peserta sebanyak 5.000-7.000 orang. Karena itulah Bali dituntut harus bebas Covid-19. (igp/r)

Related Posts