April 14, 2024
PENDIDIKAN

Dosen Poltekkes Kemenkes Denpasar Beri Pendampingan Terapi Massage Punggung di Ubud

LiterasiPost.com, Gianyar | Tiga Dosen Poltekkes Kemenkes Denpasar memberikan “Pendampingan Kader Dalam Pemberian Terapi Massage Punggung pada Lansia dengan Hipertensi di Desa Adat Mawang Lodtunduh, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar. Kegiatan tersebut berkaitan dengan Pengabdian Kepada Masyarakat Program Kemitraan Masyarakat (PKM) yang berlangsung selama bulan Juli 2021 lalu.

Ketiga dosen tersebut adalah Ns IGA Ari Rasdini, S.Pd, S.Kep, M.Pd selaku pengabdi utama, VM Endang SP Rahayu, S.Kp, M.Pd (pengabdi) dan I Dewa Putu Gede Putra Yasa, S.Kp, M.Kep, Sp.MB (pengabdi) serta dibantu 3 mahasiswa.

BACA JUGA :  DPM FEB UNUD Gelar Rakergab dan Lokakarya Lembaga Mahasiswa

IGA Ari Rasdini mengatakan dari data Rikesdas ditemukan kasus hipertensi di Kabupaten Gianyar pada lansia tergolong masih tinggi walaupun sudah mengkonsumsi obat antihipertensi. Di samping obat antihipertensi, relaksasi sangat dibutuhkan untuk mengurangi keluhan pasien hipertensi. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa massage punggung efektif dalam menurunkan tekanan darah.

“Berdasarkan beberapa riset bahwa massage punggung memiliki kemampuan untuk menghasilkan respon relaksasi. Gosokan punggung sederhana selama 3-5 menit dapat meningkatkan kenyamanan dan relaksasi, serta memiliki efek positif pada parameter kardiovaskuler seperti tekanan darah, frekuensi denyut jantung, dan frekuensi pernafasan. Massage punggung bermanfaat melancarkan peredaran darah,” kata Ari Rasdini.

Kader kesehatan di Desa Adat Mawang Lodtunduh melakukan massage punggung kepada lansia. (Foto: ist)

Untuk itulah, dalam Pengabdian Kepada Masyarakat ini ditawarkan program pendampingan kader kesehatan dalam memberikan terapi massage punggung sebagai terapi non farmakologik kepada pasien hipertensi.

“Sasarannya sebanyak sepuluh kader kesehatan yang merupakan perwakilan dari empat banjar di Desa Adat Mawang Lodtunduh,” jelasnya.

BACA JUGA :  UNUD Laksanakan Sosialisasi Pajak

Ditambahkannya, metode pendampingan dilakukan secara bertahap. Tahap pertama yaitu pembentukan kelompok kader. Dilanju tahap kedua dengan memberikan pemahaman tentang terapi komplementer massage punggung, penjelasan terapi komplementer massage punggung kepada pasien hipertensi secara daring (karena suasana Covid-19), serta memberikan modul tentang terapi massage punggung. Lalu tahap ketiga adalah melakukan pendampingan kader dalam melakukan massage punggung.

“Tentu harapan kami, apa yang kami laksanakan melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini bisa bermanfaat bagi masyarakat setempat,” pungkas Ari Rasdini. (igp)

Related Posts