August 1, 2021
PENDIDIKAN

Jadi Kampus Generasi Z di Era New Normal, ITB STIKOM Bali Tawarkan Banyak Kemudahan

Intinya, bagi kami, uang jangan menjadi alasan yang menghalangi orang tua untuk menyekolahkan anaknya di ITB STIKOM Bali.

LiterasiPost.com, Denpasar –
Situasi pandemi Covid-19 mengakibatkan sebagian masyarakat terutama yang bekerja di sektor swasta mengalami penurunan pendapatannya. Dampak yang lebih jauh adalah mempengaruhi kelanjutan pendidikan anak-anak. Namun, Anda tidak perlu khawatir. ITB STIKOM Bali sudah punya langkah jitu membantu anak-anak Anda untuk melanjutkan kuliah di kampus IT terbaik nomor 2 di Indonesia ini.

Wakil Rektor 3 Bidang Kerja Sama dan Inovasi ITB STIKOM Bali, I Made Sarjana, SE, MM mengatakan siap memfasilitasi lulusan SMA/SMK/MA untuk melanjutkan kuliah di ITB STIKOM Bali.

BACA JUGA :  Digembleng UNNES, Dosen UPMI Ciptakan Inovasi BK Berbasis Nilai Spiritual

“Asalkan mereka mendaftarkan diri, ikut tes dan dinyatakan lulus, kami menawarkan berbagai kemudahan cara membayar biaya kuliah agar mereka bisa kuliah di ITB STIKOM Bali tanpa hambatan,” kata Made Sarjana di kampus ITB STIKOM Bali Renon, Denpasar, Kamis (17/6/2021).

Made Sarjana menguraikan beberapa kemudahan yang ditawarkan. Pertama, biaya kuliah dibayar dengan cara menyicil sesuai kemampuan orang tua. Kedua, selama menjadi mahasiswa ITB STIKOM Bali mendapat kemudahan untuk mengikuti magang di Jepang selama 3 tahun sehingga hasil magang bisa untuk membayar kuliah bahkan bisa membantu keluarganya yang lain.

BACA JUGA :  Keberpihakan pada Ekraf, Menparekraf Sandiaga Uno Kunjungi Santrian Art Gallery

Ketiga, tersedia banyak beasiswa baik dari pemerintah yang dikelola oleh ITB STIKOM Bali maupun beasiswa dari ITB STIKOM Bali sendiri untuk membantu mahasiswa dengan latar belakang ekonomi yang kurang mampu.

“Dengan berbagai kemudahan di atas, para orang tua tidak perlu khawatir menyekolahkan putra putrinya di ITB STIKOM Bali. Intinya, bagi kami, uang jangan menjadi alasan yang menghalangi orang tua untuk menyekolahkan anaknya di ITB STIKOM Bali,” tegas Made Sarjana.

BACA JUGA :  Satu Tahun Pandemi di Indonesia, Musisi dan Film Maker Sampaikan Pesan Kebersamaan

Lebih jauh Made Sarjana mengatakan, situasi pandemi Covid-19 ini sulit diprediksi kapan berakhir.

“Tapi sisi positifnya, kita harus mengubah kebiasaan lama dan menyesuaikan dengan kebiasaan baru (New Normal), tinggalkan yang manual dan segera beralih ke digital. Nah era digital inilah peluang kerja sangat bagus bagi Sarjana Komputer atau Sarjana Teknologi Informasi baik di masa sekarang maupun di masa depan,” tukas Made Sarjana.

Sarjana memberi contoh nyata dahsyatnya dampak pandemi Covid-19 sejak tahun lalu hingga sekarang.

BACA JUGA :  Walikota Jaya Negara Tinjau Gedung SD, Inventarisasi Masalah Ciptakan Solusi Berbasis Skala Prioritas

“Pariwisata lumpuh, sebuah bank pemerintah akan menutup 94 kantor cabangnya di seluruh indonesia karena beralih ke pelayanan digital, bisnis online atau yang mengandalkan teknologi informasi tumbuh dengan signifikan, banyak karyawan di-PHK atau dirumahkan tapi permintaan Sarjana Komputer atau Sarjana Teknologi Informasi terus meningkat. Jadi, saat ini pilihan kuliah di teknologi informasi tak bisa ditawar lagi. Apalagi remaja sekarang ini adalah Generasi Z atau generasi internet yang sejak kecil sudah mengenal teknologi, akrab dengan gadget canggih dan dunia maya. Dan kami, ITB STIKOM Bali adalah kampusnya Generasi Z di era new normal,” pungkas Made Sarjana. (igp)

Related Posts