Kuatkan Sinergi untuk Ciptakan “Sense of Belonging”

LITERASIPOST.COM – Legian | Beach Clean Up (bersih-bersih pantai) di Pantai Legian, Kabupaten Badung, kembali dilaksanakan pada Jumat (6/2). I Wayan Puspa Negara selalu inisiator gerakan, mengatakan kegiatan bersih-bersih-bersih pantai kali ini terasa istimewa karena ada instruksi Presiden, dan di sisi lain memang merupakan kegiatan rutin yang digagas oleh tim WPN (Wayan Puspa Negara) bersama komunitas BumiKita setiap Jumat pagi.
“Membuktikan bahwa kita dalam berkomunikasi dengan masyarakat, pelaku usaha dan stakeholder tidak perlu ruwet karena memang mereka sudah sadar dari perspektif kegiatan kami di setiap Jumat pagi untuk menciptakan habit dan kebiasaan bahwa lingkungan harus kita jaga bersama terutama destinasi pantai”, kata Puspa Negara.
Dikatakan, pelaku usaha sudah memiliki kesadaran atau habit bahwa pantai ini adalah milik bersama, menjadi tanggung jawab bersama atau memiliki sense of belonging dalam menjaga kebersihan destinasi ini. Pihaknya sangat mengapresiasi seluruh pelaku usaha dengan ataupun tanpa instruksi tetap bisa bersama bahu membahu membersihkan sampah pantai setiap hari Jumat.
“Karena fenomena ini (sampah kiriman) terjadi di bulan Desember, Januari, Februari, yakni memasuki musim angin barat, tentu mereka membutuhkan energi yang lebih kuat karena jumlah sampah rata-rata di sepanjang garis pantai Samigita (Seminyak, Legian, dan Kuta) yang panjangnya sekitar 7 kilometer bisa mencapai 200 ton per hari dan bukti hari ini sampah berhasil mereka bersihkan, tinggal pengangkutannya nanti akan dilakukan oleh pihak DLHK Kabupaten Badung “, jelasnya.
Kegiatan Beach Clean Up tetap secara konsisten dilanjutkan sampai akhir zaman, karena kunci dari sebuah kegiatan itu adalah konsistensi. Kebersihan lingkungan dan kebersihan destinasi harus dilaksanakan secara stabil, periodik dan berkelanjutan. Artinya, tidak pernah menyerah dalam urusan sampah.
“Mari kita bersihkan destinasi, sekecil apapun langkah kita”, pungkas Ketua Fraksi Gerindra DPRD Badung ini, seraya menambahkan kegiatan kali ini diikuti oleh pelaku usaha, pihak Gereja, serta institusi pendidikan dari SMP Negeri 2 Kuta dan SMA Negeri 1 Kuta. (L’Post)













