May 10, 2021
PARIWISATA & SENI BUDAYA

Pameran Seni Rupa “Sipp Setiap Saat” Diapresiasi Menparekraf Sandiaga Uno

LiterasiPost.com, Denpasar –
Santrian Art Gallery, Sanur, kembali menggelar pameran seni rupa, yang kali ini bertajuk “Sipp Setiap Saat” dipadu dengan karya instalasi di area hotel hingga pantai. Pameran telah dibuka sejak 24 Desember 2020 yang ditandai dengan inisiatif performance Nyoman Erawan Parisuda Bumi di Pantai Santrian. Dilanjutkan dengan peresmian pameran secara istimewa oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno bersama Owner Santrian Group, IB Gede Sidharta Putra serta didampingi musisi Indra Lesmana dan Dwiki Darmawan, Senin (28/12/2020).

BACA JUGA :  Masa PPKM, Jumlah Penumpang Bandara Ngurah Rai "Drop"

“Pameran ini merupakan proyek kolaborasi dengan semangat inisiatif puluhan perupa Bali, baik perorangan maupun dalam kebersamaan komunitas. Menghadirkan representasi yang tak biasa sebagai cerminan seni rupa kontemporer Bali,” ujar IB Gede Sidharta Putra.

Hasil karya para perupa yang akan dipamerkan selama satu bulan penuh hingga 25 Januari 2021 tersebut tertata apik dengan Koordinator Artistik, Made Dollar Astawa.

BACA JUGA :  Strategic Alliance Stanagiri Management International dan Bagus Discovery Group Respon Pariwisata Era Baru

Para perupa yang menampilkan karyanya pada pameran ini dipilih berdasarkan konsep kurasi. Mereka adalah I Nyoman Erawan dan Putu Sastra Wibawa (karya kolaborasi), Hardiman dan Komunitas Studio Grafis Undiksa, I Wayan Sujana Suklu dan Komunitas Batu belah (instalasi patung paras), Made Wiradana dan Komunitas Jepun Residen (instalasi lukisan perahu), Militan Art (karya kolaboratif), I Nyoman Suardina (patung kayu) dan Wayan Suardana (patung kayu), Bayak and Family (karya kolaborasi), Marmar Herayukti (instalasi in door), Ida Bagus Putu Purwa dan Teja Astawa (keramik painting), Made Arya Palguna dan Wayan Mudra (keramik), I Gede Made Surya Darma (painting dan performace art), Studio X, Abstraculation, Nyoman Sani dan Ayu Winastri (art installation), O Prasi (media lontar) serta Bali New Media Syndicate/BNS (video mapping).

BACA JUGA :  Anugerah Musik Bali 2021 Siap Dihelat, Diawali "Road" ke Kabupaten/Kota

Kurator I Wayan Seriyoga Parta dan Made Susanta Dwitanaya menyampaikan tahun 2020 merupakan masa yang berat bagi umat manusia di bumi ini. Di awal tahun dihadapkan dengan sebuah bencana besar yang sebelumnya tidak pernah dibayangkan oleh umat manusia, yaitu pandemi virus Corona (Covid-19). Pandemi global ini telah mendorong dengan cepat perubahan yang besar perwajahan dunia.

“Hari-hari ini kita berhadapan dengan kondisi yang tidak menentu dan kekhawatiran yang begitu besar terhadap kesehatan dan masa depan dunia. Perlahan-lahan kita mengalami pembatasan interaksi sosial (social distancing) yang membatasi ruang gerak kita, hanya di seputaran rumah,” ungkap Seriyoga Parta.

BACA JUGA :  Semeton Pasek Gelgel dan Kelompok Pengajian Dukung AMERTA

Namun tentunya kondisi ini tidak menyurutkan kreativitas untuk berkarya seni, khususnya seni rupa. Geliat kreativitas sangat penting untuk selalu digerakkan, bukan dalam rangka terlena dalam mimpi dan imajinasi kosong serta kehilangan kewaspadaan di tengah pandemi.

“Jika kita cermati lebih jauh dalam kondisi pandemi yang menyerang umat manusia ini, seni dapat menjadi saluran untuk menyuarakan hal-hal positif dan optimisme untuk mengobati batin kita yang resah. Secara harfiah manusia dilahirkan sebagai homo estetikus, sehingga seni bukan hanya soal dibutuhkan atau tidak, tapi kenyataan peradaban manusia memang selalu diwarnai dengan ekspresi seni itu sendiri,” jelas Susanta Dwitanaya.

BACA JUGA :  Maret 2021, Penumpang Bandara Ngurah Rai Naik 68 Persen

Sebagaimana kenyataan tersebut, Santrian Art Gallery sebagai ruang seni dalam medan seni rupa Bali, tidak ingin menjadikan kondisi pandemi sebagai halangan bagi gerak laku kreativitas seni rupa. Mengundang para perupa untuk merespon tema “Sipp Setiap Saat”, dengan karya yang beragam media merespon areal galeri. Frame kuratorial menyodorkan sebuah tawaran yang bersifat terbuka dalam memaknai seni rupa kontemporer. Tanpa dibatasi sekat dan kategori yang mengikat dalam konvensi, karya dalam frame fine art, tradisi hingga seni yang berbasis kriya dengan nilai fungsionalnya. Program ini berkeinginan menorehkan sebuah optimisme dan motivasi untuk bersama-sama dan bahu-membahu menghadapi pandemi ini. Setidaknya medium seni dapat menjembatani upaya-upaya tersebut.

Menparekraf Sandiaga Uno sedang menyaksikan karya seni rupa.

Menparekraf Sandiaga Uno sangat mengapresiasi kegiatan pameran ini sehingga tetap memberikan ruang berkreativitas atau berkegiatan bagi para seniman. “Kita serius terhadap Covid-19 tapi kita juga tetap beri perhatian kepada pelaku ekonomi kreatif karena banyak lapangan kerja yang harus dipertahankan. Ini juga wujud keberpihakan kita pada pelaku ekonomi kreatif,” ungkap Sandiaga Uno. (igp)

Related Posts