July 27, 2021
POLITIK & INSTANSI

Pedagang dan Tukang Suwun “Mesuryak” Sambut Paslon AMERTA

Literasi Post.com, Denpasar – Para pedagang dan tukang suwun (junjung) di Unit Pasar Gunung Agung, Jln. Gunung Agung, Denpasar, sontak mesuryak (sumringah) ketika melihat pasangan calon (Paslon) Walikota – Wakil Walikota Denpasar nomor urut 2, Gede Ngurah Ambara Putra – Made Bagus Kertha Negara atau AMERTA hadir di tengah-tengah mereka, Jumat (6/11 / 2020). Mereka juga sangat senang menerima masker dan baju kaos yang diberikan oleh Paslon AMERTA, bahkan langsung dipakai.

Paslon AMERTA lalu berkeliling ke seluruh area pasar sambil sesekali bercakap-cakap dengan pedagang untuk menyerap aspirasi.

Sebelumnya, kunjungan dalam agenda Gerebeg Pasar ini dilakukan di Pasar Desa Padangsambian. Paslon AMERTA pun membagikan masker dan baju kaos hampir ke semua pedagang. Sebagian besar pedagang menyampaikan keluhan soal sepinya pembeli. “Kondisinya sepi pak akibat Corona, tapi sekarang sudah agak mendingan sedikit, kami sangat berharap ke depan ada perubahan ekonomi agar lebih baik lagi,” ungkap Wardani.

Cawali Gede Ngurah Ambara Putra mengatakan Gerebeg Pasar yang dilakukan hampir setiap hari ini bertujuan untuk memperkenalkan diri sekaligus mensosialisasikan program-program atau visi misi Paslon AMERTA, di antaranya biaya kelahiran Rp1 juta dan biaya duka (meninggal) Rp10 juta. Selain itu ada dana untuk prajuru banjar Rp30 juta, sekaa teruna Rp25 juta, PKK Rp5 juta, dadia Rp5 juta serta gratis pendidikan dan kesehatan bagi pemuka agama dan golongan nonformal.

“Para pedagang berharap ada perubahan, harusnya pembangunan tetap berjalan meski kondisi pandemi sehingga ekonomi masyarakat bisa pulih. Jika kami dipercaya untuk memimpin Denpasar maka harapannya tentu agar ekonomi kembali bergairah,” ujarnya.

Sementara Cawawali Made Bagus Kertha Negara menyampaikan bahwa setelah mengunjungi pasar-pasar, para pedagang berharap agar sistem manajemen pasar bisa lebih transparan dan ada standarisasi terkait retribusi. “Selama ini ada satu pasar yang menerapkan pungutan Rp10 ribu, di pasar lain Rp7 ribu dan Rp5 ribu, tidak seragam dan dipunggut secara manual atau cash, hal ini rentan dengan tindakan penyelewengan,” ungkapnya.

Jika AMERTA diberi kesempatan untuk memimpin Kota Denpasar, maka pihaknya akan menerapkan digitalisasi sehingga semua jadi transparan. “Pedagang dan masyarakat bisa melihat pendapatan pasar tiap hari, bulan bahkan tahun, ini semua demi masyarakat itu sendiri,” pungkasnya. (•igp)
BACA JUGA :  MPUK dan Komunitas Moci Ikut Menangkan AMERTA

Related Posts