April 18, 2026
PARIWISATA & SENI BUDAYA

Perkuat Skrining Plastik, Badan Pengelola FKSPA Besakih Libatkan Yowana dan Wajah Plastik Selama Karya IBTK 2026

LITERASIPOST.COM – Karangasem | Dalam rangka pelaksanaan Karya Ida Bhatara Turun Kabeh (IBTK) 2026 yang berlangsung selama 21 hari di Kawasan Suci Pura Agung Besakih, Badan Pengelola Fasilitas Kawasan Suci Pura Agung Besakih (FKSPA) memperkuat komitmennya dalam menjaga kebersihan dan kesucian kawasan melalui program skrining plastik secara intensif.

Sebagai langkah kolaboratif, Badan Pengelola FKSPA Besakih menggandeng Yowana Besakih dan Yowana Pragunung Besakih untuk terlibat langsung dalam pelaksanaan kegiatan di lapangan. Setiap harinya, masing-masing yowana mengirimkan 2 orang perwakilan, sehingga total terdapat 4 petugas yang berjaga dalam dua shift, yaitu pagi dan siang, dengan durasi tugas masingmasing selama 8 jam.

BACA JUGA :  Gubernur Koster Puji BBTF 2025, Sejalan Wujudkan Pariwisata Berkualitas

Melalui keterlibatan generasi muda ini, kegiatan screening plastik tidak hanya difokuskan pada pemeriksaan barang bawaan pamedek guna membatasi penggunaan plastik sekali pakai, tetapi juga dilaksanakan dengan pendekatan yang humanis, komunikatif, dan edukatif.

Sebagai bagian dari penguatan edukasi kepada pamedek selama rangkaian IBTK 2026, Badan Pengelola FKSPA Besakih juga menggandeng Made Oplas, untuk menghadirkan pameran lukisan bertema “wajah plastik”. Made Oplas merupakan seniman asal Bali yang dikenal melalui karya-karya kreatif berbahan limbah plastik yang diolah menjadi karya seni bernilai estetika sekaligus sarat pesan lingkungan.

Pameran ini menjadi media edukasi visual yang efektif dalam mengajak pamedek memahami dampak penggunaan plastik sekali pakai terhadap lingkungan, sekaligus mendorong kesadaran kolektif untuk menjaga kebersihan kawasan suci.

Badan Pengelola FKSPA Besakih menegaskan bahwa kolaborasi antara pengelola, yowana, dan seniman lokal merupakan bagian dari strategi terpadu dalam menyukseskan pelaksanaan Karya IBTK 2026 yang bersih, tertib, dan nyaman.

BACA JUGA :  Kolaborasi Hotel Tugu Bali dan Yayasan Titian Bali Gelar Pameran Seni Budaya Kontemporer

“Kami ingin memastikan bahwa selama 21 hari pelaksanaan karya, kawasan tetap terjaga kesuciannya, tidak hanya melalui pengawasan, tetapi juga melalui edukasi yang menyentuh dan mudah dipahami oleh masyarakat,” ujar Kepala Urusan Hubungan Masyarakat Badan Pengelola FKSPA Besakih, I Putu Murdiana Jaya.

Melalui upaya ini, diharapkan seluruh pamedek dapat berperan aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan, sehingga Kawasan Suci Besakih tetap lestari dan nyaman bagi seluruh umat yang melaksanakan persembahyangan. (L’Post/r)

Related Posts