November 3, 2026
BALI

PSEL Bukti Perhatian Serius Presiden  Prabowo kepada Bali yang Patut Diapresiasi Tinggi

LITERASIPOST.COM – Badung | PSEL (Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik) resmi dibangun di Bali oleh PT Danantara, yang merupakan  perhatian khusus Presiden kepada Bali sebagai solusi strategis atasi darurat sampah terutama di wilayah Badung, Denpasar dan sekitarnya.

“Terimakasih kepada bapak Presiden Prabowo melalui Danantara, yang telah memberi perhatian tulus, cepat dan  luar biasa terhadap masalah sampah di Bali, Semoga bapak Prabowo selalu sehat, bahagia, sukses dan cemerlang”, ucap I Wayan Puspa Negara, Ketua Fraksi Getindra DPRD Badung.

I Wayan Puspa Negara, Ketua Fraksi Getindra DPRD Badung. (Foto: ist/Literasipost) 

Sebutnya, PSEL dipastikan dapat memperkuat daya dukung Bali menuju pariwisata hijau dan berkelanjutan (Green & Sustainanle Tourism). Proyek ini di Bali senilai Rp3 triliun telah resmi mulai dibangun pada 8 Juli 2026. Berlokasi di area Pelindo Benoa  wilayah Denpasar Selatan, fasilitas ini diproyeksikan mampu mengolah hingga 1.500 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik untuk sekitar 100.000 rumah tangga. Proyek yang digarap oleh Danantara Indonesia ini ditargetkan beroperasi pada semester pertama 2028.

Pembangunan PSEL Bali diresmikan oleh Danantara bersama PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera) sebagai solusi terpadu atasi darurat sampah di kawasan Denpasar Raya (Denpasar & Badung). Proyek ini menggunakan teknologi moving grate incinerator dengan sistem pengendalian emisi standar Eropa. Fasilitas ini merupakan langkah strategis umtuk mengatasi lonjakan volume sampah di kawasan Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan (Sarbagita). Apresiasi juga terhadap Gubernur Bali, Wayan Koster yang telah searah untuk mendukung percepatan pembangunan PSEL ini.

“Saya melihat fasilitas ini adalah solusi yang mengarah tuntas terhadap krisis sampah yang membebani pariwisata Bali. Selain mengatasi darurat sampah di kawasan Denpasar dan Badung, PSEL ini akan membantu TPA Suwung beralih dari sistem pembuangan terbuka (open dumping). Juga  mengurangi volume sampah dan menekan emisi karbon hingga 80 persen, proyek ini juga diproyeksikan menyerap sekitar 1.200 lapangan kerja”, sebut Puspa Negara.

BACA JUGA :  Dioperasikan Mulai Juli 2024, Poliklinik Baru RS Ngoerah Bisa Layani Dua Ribu Pasien

PSEL diharapkan selesai dalam 15 bulan agar proyek tuntas pada akhir 2027. Fasilitas senilai Rp3 triliun ini adalah kebijakan Presiden Prabowo dan mengarah pada  solusi tuntas untuk mengatasi permasalahan sampah di Bali. Presiden Prabowo sangat konsen dengan Bali, dan tentu menekankan proyek ini akan mengakhiri polemik sampah yang membebani pariwisata, memperbaiki citra Pulau Dewata, serta mendukung kemajuan pariwisata yang lebih hijau dan berkelanjutan.

“Terimakasih bapak Presiden Prabowo, semoga PSEL ini menjadikan Bali tetap bersih, aman, lestari dan indah”, pungkasnya. (L’Post/r)

Related Posts