August 1, 2021
PARIWISATA & SENI BUDAYA

“Sang Kala Trisemaya” Siap Jaga Kawasan Heritage Gajah Mada Denpasar

LiterasiPost.com, Denpasar | Revitalisasi kawasan heritage Pasar Kumbasari, Pasar Badung dan Jalan Gajah Mada Kota Denpasar oleh Pemkot Denpasar di tahun 2021 ini akan menghadirkan ikon baru. Dimana, dua patung setinggi 3 meter yang bertajuk “Sang Kala Trisemaya” akan menghiasi Jembatan di kawasan heritage tersebut.

Demikian terungkap saat I Nyoman Gede Sentana Putra atau akrab disapa Kedux Garage selaku desainer patung melakukan audiensi dengan Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara di Kantor Walikota Denpasar, Senin (5/7/2021).

BACA JUGA :  Jalani Pengambilan Sumpah, Tiga WNA Sah Jadi WNI

Kedux memaparkan, kawasan heritage Gajah Mada merupakan sebuah warisan budaya yang historis di Kota Denpasar. Sehingga, keberadaanya harus dilestarikan, utamanya nilai-nilai sejarah yang menggambarkan peradaban manusia di masa lalu.

Dikatakan, “Sang Kala Trisemaya” ini mengisahkan Hyang Bhatara Guru yang sedang beryoga dan batinnya terbelah menjadi dua sehingga terlahir Pendeta Muda Sanghyang Dharmajaya yang disebut juga Sang Rsi Sidhiwasitadewa. Sang Hyang Trisemaya (Brahma, Wisnu, Iswara) yang merasakan energi dari Sang Hyang Dharmajaya mengira bahwa Sang Rsi Sidhiwasitadewa itu ingin menghancurkan dunia. Sang Hyang Trisemaya pun marah dan sama-sama menampakkan perwujudan yang menakutkan.

Dari cerita singkat tersebut, bahwa patung ini merupakan abstraksi cerita Lontar Siwagama ke dalam sebuah karya 3 dimensi. Dimana kepekaan dari Sang Hyang Trisemaya dalam upayanya menjaga bumi dan alam semesta tetap terjaga damai.

BACA JUGA :  Upaya Pelestarian Seni Budaya, Ambara Dukung Pelaksanaan PKB ke-43

“Seorang penjaga yang harus memiliki sisi kepekaan akan perilaku seseorang dan akan mampu mengintai gerak-gerik manusia salah ulah, salah ujar, dan orang yang berbohong, seperti anugrah yang telah diberikan Bhatara Guru kepada Sang Kala Trisemaya, inilah yang akan diwujudkan menjadi patung di jembatan kawasan Jalan Gajah Mada,” jelasnya.

Secara umum, patung ini akan menggunakan unsur ornamen Bali dengan objek Naga mengelilingi kepala Gada. Untuk Badong dan Siteng turut memadukan unsur bulu binatang berkaki 4 dan Ular sebagai objek yang dikombinasikan dengan ukiran ornamen Bali. Sedangkan Rom-rom pada ornamen akan menggunakan konsep Sirip Ikan yang disusun repetisi dipadukan juga dengan ukiran/ornament Bali pada umumnya.

“Intinya tetap mengangkat tema tradisional dimana mengacu kepada karya patung dari maestro Bali yaitu I Gusti Nyoman Lempad yang saat ini masih menghiasi daerah Nol Kilometer Denpasar, serta masih memiliki nilai-nilai filosofi yang sangat kuat dan tentu menjaga kawasan ini sebagai kawasan heritage di Bali khususnya di Denpasar,” ujarnya.

BACA JUGA :  Vaksinasi Covid-19 Siswa SMK PGRI 6 Denpasar Songsong Belajar Tatap Muka

Wali Kota Jaya Negara memberikan apresiasi atas konsep pembuatan patung ini. Dengan adanya patung Sang Kala Trisemaya ini mampu memberikan aura positif serta menambah nilai estetika dan seni kawasan heritage Jalan Gakah Mada. Selain itu, pembangunan patung ini juga sebagai upaya memberikan ruang apresiasi bagi seniman seni rupa di Kota Denpasar.

“Tentu kami sangat memberikan apresiasi, ke depan diharapkan dengan adanya patung ini mampu memberikan aura positif serta dapat menambah nilai estetika di kawasan Jalan Gajah Mada,” ujar Jaya Negara.

Untuk diketahui, pembangunan Patung Sang Kala Trisemaya ini merupakan rangkaian Revitalisasi Kawasan Pasar Kumbasari, Pasar Badung dan Jalan Gajah Mada. (igp/r).

Related Posts