August 2, 2021
POLITIK & INSTANSI

Simakrama dengan Relawan Renon, AMERTA Diingatkan Soal Pelestarian Budaya

LiterasiPost.com, Denpasar – Baris Cina merupakan bagian dari aset budaya Nasional, khususnya Bali. Kesenian yang tergolong sakral dari daerah Renon, Kota Denpasar itu pun telah ditetapkan sebagai salah satu Warisan Budaya Tak Benda Indonesia asal Kota Denpasar pada tahun 2018. Hanya saja, setelah penetapan tersebut seolah-olah tidak ada perhatian lagi dari pemerintah.

Demikian keluhan yang disampaikan salah seorang relawan Partai Golkar Renon, Putu Eka Putra saat acara simakrama (tatap muka) dengan Paslon Walikota dan Wakil Walikota Denpasar nomor urut 2, Gede Ngurah Ambara Putra – Made Bagus Kertha Negara (AMERTA) di Sekretariat PD/PK Partai Golkar Kelurahan Renon, Jalan Tukad Balian, Senin (16/11/2020) malam.

BACA JUGA :  Pelatihan Desain Kemasan dan Pengurusan Izin Edar, Strategi BPR Kanti Kuatkan Daya Saing UMKM

“Keberadaan Baris Cina hanya mendapat sertifikat saja, tanpa ada perhatian lain. Kami Pemaksan tidak punya pemasukan, kami pernah diundang oleh Pemkot saat hari Tumpek Krulut untuk pementasan di depan Pura Jagadnata dan diberikan dana Rp5 juta. Di luar itu tidak ada,” ujarnya.

Pihaknya berharap dan menaruh harapan kepada Paslon AMERTA agar nantinya lebih peduli terhadap upaya pelestarian budaya di Kota Denpasar. “Oh jelas, hal ini sejalan dengan visi misi kami yaitu Menuju Denpasar Berseri, Smart City, Berbudaya dan Berdaya Saing. Poinnya pada program Berbudaya itu,” kata Cawali Ngurah Ambara menanggapi keluhan tersebut.

BACA JUGA :  Paslon AMERTA Ajak Generasi Muda Perangi Narkoba

Dihadapan puluhan relawan Partai Golkar Kelurahan Renon, Paslon AMERTA yang diusung Golkar, Nasdem, Demokrat dan termasuk didukung Partai PAN itu memaparkan visi misi yang dijabarkan ke dalam beberapa program kerja. Turut mendampingi relawan, yaitu Fraksi Partai Golkar/Anggota DPRD Kota Denpasar, Wayan Sugiarta.

“Diantaranya, santunan kelahiran Rp1 juta, kematian Rp10 juta, insentif kepada pengurus/prajuru Banjar Rp30 juta per tahun, kreativitas Sekaa Teruna Rp25 juta per tahun, program PKK Rp5 juta per tahun, Dadia Rp5 juta per tahun serta pendidikan dan kesehatan gratis untuk pekerja non formal (pemuka agama, buruh, nelayan, pedagang, petani),” ungkap Ngurah Ambara.

BACA JUGA :  Penularan Covid-19 di Denpasar Masih Tinggi, Hari Ini 78 Orang Positif

Sementara itu, Cawawali Kertha Negara mengatakan Denpasar tidak memiliki celengan, sehingga saat situasi pandemi ini tidak ada cadangan dana. Pihaknya juga menyayangkan di Denpasar banyak terjadi kebocoran dalam hal pendapatan daerah.

Pihaknya pun menegaskan, jika dalam waktu 2 tahun belum terbukti menjalankan programnya, Paslon AMERTA siap “lengser” sebagai Walikota dan Wakil Walikota Denpasar.

BACA JUGA :  Efisien Listrik, PLN Bali Dorong Masyarakat Bertani Hidroponik

“Kami sepakat meletakkan jabatan jika dalam dua tahun, program tidak jalan. Belum ada pemimpin yang berani menyampaikan seperti ini,” kata Kertha Negara yang akrab disapa Sting. (igp)

Related Posts