August 1, 2021
PARIWISATA & SENI BUDAYA

Upaya Pelestarian Seni Budaya, Ambara Dukung Pelaksanaan PKB ke-43

LiterasiPost.com, Denpasar –
Banyak pihak memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-43 mulai pertengahan bulan Juni mendatang. Di antaranya dukungan dilontarkan oleh tokoh masyarakat Kota Denpasar, Gede Ngurah Ambara Putra, SH.

Menurutnya, kendati masih dalam situasi pandemi Covid-19 saat ini, upaya-upaya pelestarian seni dan budaya Bali, baik berupa perlombaan maupun pertunjukan harus tetap dilaksanakan. Kegiatan tersebut bisa berlangsung di tingkat desa hingga tingkat provinsi. Terlebih lagi, pariwisata Bali rencananya dibuka kembali untuk menerima wisatawan domestik dan internasional mulai bulan Juli nanti.

BACA JUGA :  Apresiasi Kepada Guru/Dosen, Bali Bird Park Beri Masuk Gratis

“Guna mendukung pembukaan pariwisata Bali bagi wisatawan internasional nanti, maka kegiatan seni budaya harus digeliatkan. Termasuk salah satunya adalah event tahunan PKB,” kata Ambara ketika ditemui di kediamannya pada Senin (10/5/2021).

Dikatakannya, tidak ada masalah dengan penyelenggaraan PKB. Hanya saja pihaknya mewanti-wanti agar protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19 hendaknya tetap diterapkan dengan tegas.

BACA JUGA :  Diduga Diklaim Yayasan, Pemilik Tanah "Segel" SMA PGRI 2 Denpasar

“Mengingat masih dalam kondisi pandemi, maka prokes 3M harus diterapkan baik itu oleh penyelenggara, seniman maupun masyarakat yang ingin menyaksikan pertunjukan. Selain itu, kapasitas penonton juga perlu dikurangi sekitar 50 persen,” jelas pria yang juga pengusaha ini.

Sebagaimana diketahui, PKB tahun ini akan digelar secara daring dan luring. Ambara mengatakan kesuksesan penyelenggaraan PKB kali ini sekaligus akan menjadi jaminan dan tolok ukur bagi pembukaan pariwisata di masa pandemi.

BACA JUGA :  Makin Moncer, SMK TI Bali Global Badung Pilihan Tepat

“PKB ini adalah event pelestarian seni budaya Bali yang harus dilaksanakan. Artinya, tetap berkreativitas di tengah pandemi. Jika sukses digelar dengan penerapan prokesnya dan tidak ada klaster baru maka pembukaan pariwisata Bali tidak akan ada keraguan lagi,. Apalagi program vaksinasi juga gencar dilakukan pemerintah” jelasnya.

Dengan dihelatnya PKB, kata Ambara, setidaknya juga akan menggeliatkan kembali sektor perekonomian masyarakat yang sempat terpuruk selama setahun terakhir sebagai dampak adanya pandemi.

Menanggapi adanya keinginan beberapa pihak agar penyelenggaraan PKB disebar ke seluruh kabupaten/kota di Bali, Ambara secara umum menyatakan setuju.

BACA JUGA :  Libur Panjang, Bandara Ngurah Rai Layani 92 Ribu Penumpang Domestik

“Bagus, sehingga ada perputaran ekonomi masyarakat yang muaranya berpengaruh pada pendapatan daerah setempat. Misalnya, PKB dilaksanakan di tiga titik yaitu Bali Timur, Bali Tengah/Selatan dan Bali Barat atau Bali Utara. Namun sepertinya masih terkendala tempat/venue yang representatif di masing-masing daerah tersebut,” pungkas Ambara.

PKB ke-43 akan digelar pada 12 Juni – 10 Juli 2021 dengan mengangkat tema “Purna Jiwa: Prananing Wana Kerthi, Jiwa Paripurna, Nafas Pohon Kehidupan”. (igp)

Related Posts