May 10, 2021
PARIWISATA & SENI BUDAYA

Vaksinasi Menuju Zona Hijau, Hotel di Sanur Antusias Sambut Dibukanya Pariwisata Internasional

LiterasiPost.com, Denpasar –
Dalam upaya mempercepat terciptanya kawasan zona hijau di Sanur, Pemkot Denpasar menggelar vaksinasi masal mulai Senin (22/3/2021).

Vaksinasi digelar di 12 titik meliputi Banjar Betngandang, SMKN 3 Denpasar, Banjar Medura, Banjar Dangin Peken, Pasar Intaran, Lapangan Yayasan Pembangunan Sanur, Banjar Semawang, Pasar Sindu, Banjar Pekandelan, dan SMAN 6 Denpasar. Ada dua posko khusus untuk pekerja pariwisata, yakni di Prime Plaza Hotel dan Bali International School.

BACA JUGA :  Dimulai di Kodim Jembrana, Donor Plasma Konvalesen Sambut HUT ke-60 Korem 163/Wira Satya

Wali Kota Denpasar, IGN Jaya Negara mengatakan vaksinasi akan menyasar sebanyak 35 ribu orang. Dari jumlah tersebut, 8 ribu orang merupakan pekerja hotel dan restoran.

“Dalam mewujudkan Sanur Zona Hijau, semua warga yang ada di Sanur akan divaksin, baik itu yang mengantongi KTP Denpasar maupun pekerja yang tinggal di Sanur,” ungkap Jaya Negara.

Warga Sanur dan pekerja pariwisata mendapatkan vaksinasi Covid-19 dalam mewujudkan Sanur zona hijau. (Foto: igp)

Penetapan Sanur sebagai zona hijau di Kota Denpasar ini juga sebagai persiapan dibukanya pariwisata internasional ke Bali yang direncanakan pada Juni atau Juli 2021 mendatang.

Menanggapi hal ini, Chairman of Bali Tourism Board (BTB)/Ketua GIPI Bali, Ida Bagus Agung Partha Adnyana menyampaikan sangat mendukung penetapan kawasan pariwisata Sanur menjadi zona hijau Covid-19.

BACA JUGA :  Tanggulangi Dampak Pandemi, BPSDMI Gelar Kick Off Pelatihan 3 In 1 Serentak 7 BDI

“Kita sangat dukung program vaksinasi ini agar Herd Immunity tercapai. Setidaknya 70 persen warga Sanur harus divaksin, tapi kalau semuanya lebih bagus lagi. Selain itu angka infeksi harus turun,” kata Gus Agung (sapaan akrabnya).

Menurut Pelaku Pariwisata Sanur ini, Sanur tergolong paling “hidup” selama pandemi. Berdasarkan catatan Bank Indonesia, kegiatan bisnis masih berdenyut karena di kawasan ini terdapat sektor perdagangan dan beberapa bank sehingga terjadi pergerakan ekonomi.

BACA JUGA :  Besok, Tradisi Ngrebong di Kesiman Digelar

“Sanur ini tidak begitu ramai tapi cukup hidup. Best practice, kita di sini sudah melakukan yang terbaik, penerapan protokol CHSE, jadi sangat siap menjadi zona hijau,” terang Owner Puri Santrian Hotel ini.

Hanya saja, Gus Agung mengakui saat ini tingkat hunian (occupancy) hotel di kawasan Sanur masih rendah, yakni rata-rata di bawah 10 persen.

“Ada 50 hotel di Sanur, saat ini hanya 20 persen yang beroperasi,” jelasnya.

BACA JUGA :  Gathering Kepariwisataan di Kuta Selatan, Implementasi CHSE Mutlak di Industri Pariwisata

Maka dari itu industri pariwisata di Sanur sangat antusias menyambut rencana dibukanya pariwisata internasional ke Bali pada Juni/Juli 2021 mendatang.

“Semua hotel sangat siap menyambut kedatangan wisatawan karena sudah memperoleh sertifikasi green dari Kemenparekraf,” pungkas Gus Agung seraya menyebut Sanur sangat diminati wisatawan Eropa. (igp)

Related Posts