August 1, 2021
PARIWISATA & SENI BUDAYA

Arja Klasik Yowana Werdhi Duta Kota Denpasar Siap Tampil di PKB XLIII

LiterasiPost.com, Denpasar –

Sekeha Arja Klasik Yowana Werdhi, Banjar Batan Buah, Desa Kesiman Petilan yang didapuk menjadi Duta Kesenian Kota Denpasar pada ajang PKB XLIII Tahun 2021 telah menunjukkan kesiapannya untuk tampil. Hal ini terlihat saat gladi pementasan yang digelar di Jaba Pura Desa dan Puseh Desa Adat Kesiman, Sabtu (26/6/2021) malam.

Hadir langsung untuk memberikan dukungan dan semangat, yakni Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede, Ketua TP. PKK Kota Denpasar, Sagung Antari Jaya Negara, Ketua Gatriwara Kota Denpasar, Purnawati Ngurah Gede, Kadisbud Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Bagus Mataram, serta Tim Kesenian Kota Denpasar.

BACA JUGA :  Verdy Saputra: Maksimalkan Work From Bali, UMKM Jadi Embrio Pemulihan Ekonomi

Koordinator Sekeha, I Wayan Sudana mengatakan meski waktu persiapan tergolong singkat, namun penampilan maksimal siap ditunjukkan Sekeha Arja Klasik Yowana Werdhi sebagai Duta Kota Denpasar. Hal ini tak lepas dari latihan dan pendalaman materi yang terus dimaksimalkan.

“Secara umum kami sudah siap menunjukkan performa di PKB XLIII, semoga dapat menghibur dan memberikan penampilan maksimal,” jelasnya.

Pementasan kali ini menampilkan lakon “Amukti Sukerta”. Cerita ini bermula dari kisah Prabu Jenggala yang dalam pengaruh guna-guna istrinya yang berasal dari kerajaan Metaum, sehingga Prabu Jenggala lupa akan putri satu-satunya. Atas perintah istrinya, putrinya diusir dari Kerajaan Jenggala dan akhirnya mengembara. Dalam pengembaraan sampailah dia di Kerajaan Metaum, dan bertemu dengan Prabu Metaum.

BACA JUGA :  Luncurkan Mini Album "Hidup", SVAMI Ingin Lagu Bali Menasional

Kemudian, Prabu Mataum yang tidak lain adalah kakak dari permaisuri Prabu Jenggala mengira putri Prabu Jenggala adalah keponakannya. Lantas, Prabu Metaum menceritakan sebab musabab Prabu Jenggala tunduk pada istrinya. Semua ilmu hitam yang digunakan diceritakan kepada putri Prabu Jenggala.

“Akhirnya putri Prabu Jenggala mencari kesempatan untuk mencuri semua ilmu yang digunakan oleh Prabu Metaum, sehingga Prabu Jenggala ingat akan Istri dan anaknya, karena ilmu hitam yang digunakan telah hilang,” bebernya.

“Dari cerita inilah kami mengemas pementasan Arja Klasik, selain untuk memberikan hiburan, hal ini juga diharapkan mampu mendukung kelestarian seni Arja Klasik beserta pakem-pakem arja di Kota Denpasar,” imbuhnya.

Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede, Ketua TP PKK Kota Denpasar, Sagung Antari Jaya Negara, dan Ketua Gatriwara Kota Denpasar, Purnawati Ngurah Gede saat menyaksikan gladi pementasan Sekeha Arja Klasik Yowana Werdhi, Banjar Batan Buah, Desa Kesiman Petilan. (Foto: ist)

Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede memberikan apresiasi atas penampilan apik Sekeha Arja Klasik Duta Kota Denpasar saat pelaksanaan gladi. Tentunya apa yang ditampilkan saat gladi yang sudah maksimal dapat dijaga untuk ditampilkan saat pementasan nanti.

“Sudah sangat baik dan komunikatif, semoga dapat tampil maksimal, tetap semangat,” jelasnya.

BACA JUGA :  Lomba Bapang Barong PKB XLIII, Duta Kota Denpasar Tampil Apik dan Memukau

Hal senada disampaikan Ketua TP. PKK Kota Denpasar, Sagung Antari Jaya Negara. Pihaknya berharap Sekeha Arja Klasik Duta Kota Denpasar dapat memberikan penampilan maksimal. Dimana, penampilan yang sudah sangat baik saat gladi hendaknya dapat dijaga konsistensi saat penampilan nanti.

“Tetap semangat, berikan yang terbaik, jaga kesehatan, semoga seni Arja Klasik tetap lestari,” pungkasnya. (igp/r)

Related Posts