November 30, 2022
PENDIDIKAN

Wacana Hibah Taman Budaya, Rektor ISI Sebut Jadi Laboratorium Seni Budaya Bali

LiterasiPost.com, Denpasar –
Adanya wacana penghibahan Taman Budaya Provinsi Bali atau yang lebih dikenal Art Centre Denpasar kepada Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar, disambut positif oleh Rektor ISI Denpasar, Prof Dr Wayan “Kun” Adnyana.

Wacana tersebut muncul sebagai tindak lanjut rencana pembangunan Pusat Kebudayaan Bali (PKB) di kawasan eks galian C Gunaksa, Kabupaten Klungkung.

BACA JUGA :  PPK Ormawa Prodi TIP FTP UNUD Rancang Pendampingan dan Pelatihan Olah Produk Minuman Herbal Gula Semut-Serai

Prof Kun menyampaikan jika memang nanti Taman Budaya diberikan kepada ISI Denpasar setelah PKB dibangun, hal ini menjadi bentuk dedikasi Pemerintah Provinsi Bali dalam membangun kualitas dan karakter generasi penerus di bidang penguatan dan pemajuan seni budaya Bali.

“Letak Taman Budaya yang berdekatan dengan kampus ISI sangat relevan untuk menyongsong generasi Bali penekun seni budaya agar bisa berkreasi melahirkan karya-karya yang berkualitas,” ujar Prof Kun saat ditemui baru-baru ini.

BACA JUGA :  PDIH FH UNUD Gelar Seminar Nasional “Pencegahan Kekerasan Perempuan Berbasis Budaya”

Secara pribadi dan kelembagaan, Prof Kun menyampaikan apresiasi terhadap adanya usul saran untuk memanfaatkan Taman Budaya sebagai ruang pengembangan dan laboratorium pembelajaran seni budaya oleh ISI Denpasar.

Pihaknya mengakui saat ini membutuhkan ruang yang lebih luas dan fungsional untuk mengakselerasi ruang pembelajaran yang arahnya selalu ditujukan kepada kerja-kerja kolaborasi dengan masyarakat seni yang luas.

BACA JUGA :  Tingkatkan Kompetensi SDM Bidang Kehumasan, UNUD Gelar Workshop

“Kami butuh panggung yang bagus dan besar, ruang latihan dan kolaborasi yang representatif,” jelas mantan Kepala Dinas Kebudayaan Bali ini.

Untuk itu Taman Budaya dengan keberadaan beberapa panggung, gedung dan halaman yang cukup memadai sangatlah tepat menjadi ruang pembelajaran dimaksud. (igp)

Related Posts