May 13, 2021
PARIWISATA & SENI BUDAYA

Gathering Kepariwisataan di Kuta Selatan, Implementasi CHSE Mutlak di Industri Pariwisata

LiterasiPost.com, Badung –

Di tengan pandemi Covid-19 yang melanda dunia, implementasi CHSE (Cleanliness, Health, Safety, Enviroment) terus digencarkan di industri pariwisata. Terkait hal itu Dinas Pariwisata Kabupaten Badung menggelar Gathering Kepariwisataan Implementasi Protokol Kesehatan CHSE Menuju Pariwisata Kabupaten Badung Berkualitas di Kecamatan Kuta Selatan. Kegiatan tersebut berlangsung di The Westin Resort Nusa Dua, Kecamatan Kuta Selatan, Selasa (1/12/2020).

BACA JUGA :  Songsong Bali KemBALI Dengan Penguatan dan Sinergitas BPR, Koperasi dan LPD

Tujuan diadakannya kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kompetensi pemangku kepentingan bidang pariwisata dalam hal ini pemerintah, swasta/pengusaha dan masyarakat dalam memahami, menguasai dan menerapkan konsep-konsep kepariwisataan yang sustainable (berkelanjutan); membangun jalinan koordinasi komunikasi dengan stakeholder diantaranya pelaku pariwisata, asosiasi, industri pariwisata dan pemerintah dalam memulihkan dan memajukan pariwisata di masa pandemi Covid-19 saat ini; momentum untuk mengevaluasi kebijakan strategis di bidang pariwisata utamanya terkait dengan keamanan dan kesehatan wisatawan pada saat melakukan perjalanan wisata; serta meningkatkan pemahaman dan pelaksanaan protokol kesehatan CHSE kepada stakeholder pariwisata dan seluruh lapisan masyarakat khususnya masyarakat pelaku pariwisata dalam rangka mempercepat pemulihan kepariwisataan Bali pada umumnya dan Kabupaten Badung pada khususnya sehingga berimbas pada meningkatnya kepercayaan wisatawan bawa Bali aman untuk dikunjungi.

BACA JUGA :  Disbud Denpasar Genjot Inventarisasi Kesenian

“Gathering Kepariwisataan ini dilaksanakan sebanyak enam sesi di tiga kecamatan, yakni masing-masing dua kali di Kuta Selatan, Kuta dan Kuta Utara,” ujar Kabid Pemasaran Pariwisata Dispar Kabupaten Badung, Dewa Ngurah Bhayudewa mewakili Plt Kepala Dispar Kabupaten Badung.

Pjs Bupati Badung I Ketut Lihadnyana yang diwakili Sekretaris Dispar Kabupaten Badung, AA Yuyun Hanura Enny menyampaikan Pemkab Badung memandang serius implementasi CHSE ini dan harus dipantau bersama-sama untuk akselerasi pemulihan kepariwisataan yang menjadi ujung tombak perekonomian di Badung dan Bali.

BACA JUGA :  Resmikan Masjid dan Pura di Mako Brimob, Kapolda: Ini Wujud Kebhinnekaan Pada Polri

“Dari kegiatan ini kami Dinas Pariwisata berharap agar CHSE standar ini dapat membumi dan benar- benar menjadi budaya baru bagi kita semua untuk melaksanakannya,” ungkap AA Yuyun Hanura Enny usai membuka kegiatan.

Pada kesempatan tersebut juga diisi sesi talkshow yang menghadirkan enam narasumber, yaitu Ir. I Putu Astawa, M.MA (Kepala Dispar Bali), Dewa Ngurah Bhayudewa (Kabid Pemasaran Pariwisata Dispar Badung), M. Setyawan Santoso (Deputi Direktur KPw Bank Indonesia Bali), Sang Nyoman Sutena (Kabid Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Badung), I Ketut Jaman (Tim Ahli Pembangunan Provinsi Bali Bidang Pariwisata) dan IGAN Rai Suryawijaya (Ketua PHRI/BPPD Badung). Peserta berasal dari berbagai asosiasi pariwisata, pimpinan usaha serta masyarakat di lingkungan kecamatan Kuta Selatan.

BACA JUGA :  Putri Koster: PKB Adalah Ajang Eksklusif IKM, Tonjolkan Produk-produk Primer

Di akhir kegiatan I Ketut Swabawa selaku moderator menyampaikan rangkuman, antara lain penyelarasan dan peningkatan pemahaman di seluruh lapisan kehidupan menjadi kunci utama implementasi CHSE, pemulihan pariwisata membutuhkan strategi pemasaran yang inovatif sesuai adaptasi kebiasaan baru, serta audit pelaksanaan CHSE yang menyeluruh di berbagai bidang dapat mengakselerasi kepercayaan bahwa pencegahan dan penanganan penyebaran Covid-19 dilakukan dengan sangat serius. (igp)

Related Posts