July 28, 2021
POLITIK & INSTANSI

PAD Denpasar Disalip Gianyar, Paslon AMERTA “Gregetan”

LiterasiPost.com, Denpasar – Pasangan calon (Paslon) AMERTA Nomor Urut 2, Gede Ngurah Ambara Putra – Made Bagus Kertha Negara terus meyakinkan para pendukungnya terkait potensi-potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Kota Denpasar. Pasalnya, Paslon yang didukung Golkar, Demokrat dan NasDem ini dibuat “gregetan” karena penyerapan PAD Kota Denpasar disalip kabupaten lain.
“Sebagai ibu kota Provinsi Bali dengan jumlah penduduk kurang lebih 960 ribu jiwa, mestinya Kota Denpasar memiliki PAD lebih tinggi dari kabupaten lain seperti Gianyar yang jumlah penduduknya lebih kecil,” ujar Calon Walikota Denpasar Ngurah Ambara, Rabu (11/11/2020) di Posko Pemenangan AMERTA, Jalan Tulip No.15 Denpasar.
BACA JUGA :  AMERTA Dinilai Bisa Wujudkan Perkembangan Kota Denpasar
Dicontohkan, seperti halnya Kabupaten Gianyar sesuai dari hasil data tahun 2019, tax ratio PAD Kota Denpasar hanya sebesar 1,8 persen (berbanding produk domestik regional bruto/PDRB). Namun kalah dengan tax ratio Kabupaten Gianyar yang mencapai 3,47 persen.
“Jika dilihat dari hasil data PAD Kota Denpasar tahun 2019 sekitar Rp1,01 triliun dari jumlah penduduk 960 ribu penduduk dengan PDRB Rp55,7 triliun. Sementara PAD Kabupaten Gianyar juga hampir sama yaitu Rp989,1 miliar dari 560 ribu penduduk dengan PDRB Rp28,5 triliun,” papar Ngurah Ambara.
BACA JUGA :  Gede Wijaya: Tidak Benar PPKM Hanya Formalitas, Kita Sudah Berusaha Maksimal
“Sudah jelas, Kabupaten Gianyar lebih baik produktivitas PAD-nya dari Kota Denpasar. Ini yang mesti digali ke depannya. Kok, Kota Denpasar PAD-nya terus stagnan,” imbuhnya.
Terkait potensi bonus demografi maupun potensi ekonomi pariwisata yang dimiliki Kota Denpasar seharusnya PAD bisa ditingkatkan.
BACA JUGA :  Hari Ini, Pasien Sembuh Covid-19 di Denpasar Lampaui Kasus Positif
“Jika terpilih menjadi Walikota Denpasar, maka yang utama akan dioptimalkan adalah peningkatan PAD sebagai stimulus meningkatkan daya saing kota Denpasar sebagai Ibu Kota Provinsi Bali, dan mendorong aktivitas ekonomi masyarakat seperti pasar agar terus bergairah,” ucapnya.
Sembari menjelaskan, Kota Denpasar memiliki sumber-sumber dan pusat ekonomi yang cukup banyak. Salah satunya pasar tradisional atau pasar rakyat. Pasar rakyat ini menjadi indikator menggeliatnya perekonomian daerah.
BACA JUGA :  Buang Sampah Sembarangan, Dua Warga Diamankan
“Apalagi di pasar tradisional terdapat UMKM yang ke depannya harus terus digenjot dan diperhatikan. Melalui apa? Pastinya melalui visi misi Paslon AMERTA untuk bisa mewujudkan Denpasar Berseri (Bersih, Sejahtera dan Indah berlandaskan Tri Hita Karana), Smart City, Berbudaya, dan Berdaya Saing,” imbuhnya.
Sementara Calon Wakil Walikota Denpasar, Kertha Negara menambahkan Kota Denpasar sangat perlu adanya perubahan. Salah satunya yakni manajemen tata kelola pemerintahan harus berbasis digital.
BACA JUGA :  Hari Ini di Denpasar, 58 Orang Tercatat Positif Covid-19
“Karena pemerintahan yang dijalankan dengan digitalisasi akan berjalan lebih efektif, efisien, akuntabel dan transparan,” tambahnya.
Kertha Negara menambahkan dari sekian kali kegiatan dan kunjungan yang dilakukan oleh Paslon AMERTA, rata-rata masyarakat Kota Denpasar menginginkan perubahan terkait infrastruktur dan layanan birokrasi. Salah satunya terkait masalah kependudukan dan penyaluran bantuan yang tidak merata.
BACA JUGA :  "Kebahagiaan Tanggung Jawab Kita Bersama'" Jadi Tema HUT ke-233 Kota Denpasar
Oleh karena itu, manajemen tata kelola pemerintahan harus berbasis digitalisasi. Sehingga nantinya Kota Denpasar bukan saja dikenal sebagai kota budaya tapi juga kota metropolitan digital.
“Karena itu sebagai kota metropolitan, maka tata kelola pemerintahan akan dibangun berbasiskan digitalisasi di semua aspek kehidupan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat termasuk untuk mengurangi kebocoran-kebocoran PAD,” pungkasnya. (•igp)

Related Posts