July 28, 2021
POLITIK & INSTANSI

Resmi Pimpin Denpasar, Jaya Negara – Arya Wibawa Siap Wujudkan Denpasar MAJU

LiterasiPost.com, Denpasar –
Walikota dan Wakil Walikota terpilih Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara dan Kadek Agus Arya Wibawa resmi dilantik Gubernur Bali, Wayan Koster di Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, bertepatan dengan Purnama Kesanga, Jumat (26/2/2021). Setelah mengucapkan sumpah jabatan sebagai Walikota dan Wakil Walikota Denpasar, pasangan yang dikenal dengan paket Jaya-Wibawa ini sah menahkodai ibu kota Provinsi Bali, Denpasar, selama satu periode ke depan.

Dijumpai usai pelantikan, Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara bersama Wakil Walikota Denpasar, Kadek Agus Arya Wibawa mengatakan, pembangunan berkelanjutan di Kota Denpasar tak lepas kaitannya dari peran pemimpin sebelumnya. Dimana, fondasi pembangunan telah ditancapkan. Karenanya, estafet kepemimpinan juga memberikan dampak positif terhadap pembangunan berkelanjutan.

BACA JUGA :  Rai Mantra - Jaya Negara Serahkan Memori Jabatan ke Plh Walikota Denpasar Made Toya

“Kami akan senantiasa melanjutkan apa yang menjadi program sebelumnya sehingga pembangunan dapat dilaksanakan secara holistik, berkelanjutan dan berkemanfaatan, inilah yang tertuang dalam visi Kota Kreatif Berbasis Budaya Menuju Denpasar MAJU (Makmur, Aman, Jujur dan Unggul),” ujarnya

Dijelaskan Jaya Negara, visi Kota Kreatif Berbasis Budaya Menuju Denpasar MAJU (Makmur, Aman, Jujur dan Unggul) ini merupakan pengejawantahan dan sinergitas dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, dengan pelaksanaan Pola Pembangunan Semesta Berencana Guna Mewujudkan Kota Kreatif Berbasis Budaya Menuju Denpasar MAJU dengan konsep Vasudhaiva Kutumbakam (Menyama Braya).

BACA JUGA :  Menang!, Pekik Demokrat dan Semeton Tangkas Kori Agung untuk AMERTA

Konsep kota kreatif menitikberatkan pada Denpasar Kota Hidup. Dimana, kota hidup memberikan kesadaran dinamis terhadap sumber daya alam untuk menggugah inovasi, sumberdaya manusia untuk menggugah dinamika kultur dan sumber daya spiritual untuk menggugah kreasi aparatur. Kebudayaan yang berintikan agama menjadi spirit kreativitas, baik penciptaan, pelestarian maupun penyempurnaan tatanan nilai dalam rangka memelihara keteraturan, ketertiban dan keseimbangan sosial.

“Berbasis budaya pada gilirannya dapat memelihara keseimbangan kekuatan regulasi, kemampuan pemberdayaan, kesanggupan pelayanan, dan perkembangan pembangunan. Dengan keseimbangan ini, Denpasar menjadi kota Makmur, Aman, Jujur, dan Unggul. Inilah Denpasar MAJU,” jelasnya.

BACA JUGA :  Karantina OTG GR dan Nakes Covid-19, Klungkung Masih Siapkan Hotel

Nantinya, visi ini akan diaplikasikan melalui misi pembangunan. Pertama, meningkatkan kemakmuran masyarakat Kota Denpasar melalui peningkatan kualitas pelayanan pendidikan, kesehatan dan pendapatan masyarakat yang berkeadilan.

Kedua, stabilitas keamanan dengan terkendalinya kamtibmas, ketahanan pangan dan kesiapsiagaan bencana. Ketiga, kejujuran dan spirit Sewakadarma sebagai penguat reformasi birokrasi menuju tata kelola kepemerintahan yang baik. Keempat, unggul dalam kualitas SDM, pemanfaatan teknologi dan inovasi menuju keseimbangan pembangunan berbasis Tri Hita Karana. Kelima yakni penguatan jati diri pemberdayaan masyarakat berlandaskan kebudayaan Bali.

BACA JUGA :  KK Miskin Kena Gusur, Bupati Suwirta Bantu Tempat Kos Sementara

“Meningkatkan kuantitas dan kualitas kompetensi masyarakat, meningkatkan pemanfaatan teknologi serta pengembangan inovasi daerah menuju keseimbangan pembangunan daerah berbasis Tri Hita Karana dan, penguatan jati diri pemberdayaan masyarakat berlandaskan kebudayaan Bali,” jelasnya.

Selain merealisasikan visi misi, Jaya-Wibawa siap untuk merancang program percepatan penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi Kota Denpasar. (igp/r)

Related Posts