May 9, 2021
NASIONAL

Tanggulangi Dampak Pandemi, BPSDMI Gelar Kick Off Pelatihan 3 In 1 Serentak 7 BDI

LiterasiPost.com, Denpasar –
Industri manufaktur Indonesia tidak luput terkena dampak dari pandemi Covid-19. Pada triwulan III-2020 lalu, industri manufaktur mengalami kontraksi yaitu tumbuh sebesar -4,02 persen. Nilai ini mengalami perbaikan setelah di triwulan sebelumnya kontraksi lebih dalam lagi senilai -5,74 persen. Tren perbaikan terus berlanjut di triwulan IV seiring peningkatan kinerja ekspor dan permintaan pasar akan produk industri.

Aktivitas industri manufaktur di Tanah Air menunjukkan kinerja yang gemilang di akhir tahun 2020. Hal tersebut tercermin dari Purchasing Managers Index (PMI) Manufaktur Indonesia pada Desember 2020 yang tercatat pada level 51,3 atau naik dibandingkan capaian bulan sebelumnya yang berada di posisi 50,6. Nilai ini merupakan capaian tertinggi selama sepuluh bulan terakhir atau sejak bulan Maret, saat Indonesia dinyatakan mengalami pandemi Covid-19.

Untuk mendorong pertumbuhan industri nasional, terdapat 3 pilar utama yang harus menjadi perhatian, yaitu investasi, teknologi, dan sumber daya manusia (SDM). Dari ketiga komponen tersebut, potensi besar bagi Indonesia adalah ketersediaan SDM yang berkualitas.

BACA JUGA :  Kapolda Bali bersama Pangdam IX/Udayana Hadiri Rapim TNI-Polri Tahun 2021

“Sesuai arahan Bapak Presiden bahwa pembangunan nasional saat ini difokuskan pada pembangunan SDM yang berkualitas, untuk itu perlu dilakukan berbagai program pendidikan dan pelatihan vokasi secara lebih masif,” kata Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita dalam acara Kick Off Pelatihan 3 in 1 Serentak di 7 Balai Diklat Industri (BDI) secara virtual, Selasa (12/1/2021).

Sehubungan dengan hal tersebut, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kementerian Perindustrian menyelenggarakan Pelatihan 3 in 1 berbasis kompetensi sebagai wujud nyata peran serta pemerintah dalam menyiapkan tenaga kerja industri kompeten sesuai kebutuhan industri, sekaligus upaya untuk menekan angka pengangguran dan meningkatkan kompetensi SDM agar siap bersaing.

Menteri Agus Gumiwang menjelaskan, era revolusi industri 4.0 saat ini menuntut SDM yang cepat beradaptasi dan mampu mengimplementasikan teknologi digital. “Untuk itu diperlukan adanya pembekalan keterampilan dasar, peningkatan keterampilan (up-skilling) atau pembaruan keterampilan (re-skilling) bagi para tenaga kerja yang didasarkan pada kebutuhan dunia industri saat ini. Kurikulum Pelatihan 3 in 1 telah didesain spesifik pada keterampilan tertentu yang selaras dengan kebutuhan industri. Pelaksanaan pelatihan mulai dari penyiapan kurikulum, praktek pembelajaran hingga penempatan kerja telah dilakukan berkolaborasi dengan perusahaan industri dan asosiasi industri,” paparnya.

BACA JUGA :  Jelang Galungan, Pemkot Denpasar Gelar Pasar Murah

“Penyelenggaraan pelatihan 3 in 1 juga sebagai salah satu langkah penanggulangan dampak pandemi melalui penyerapan tenaga kerja dan pengurangan jumlah PHK di industri. Dengan tersedianya tenaga kerja industri kompeten diharapkan utilitas industri dapat kembali meningkat, karena utilisasi industri manufaktur Indonesia menurun hingga 59,20 persen pada periode April-November 2020 sebagai dampak pandemi,” tuturnya.

“Pelaksanaan Kick Off Pelatihan 3 in 1 hari ini sangat spesial karena dilakukan secara serentak oleh 7 BDI dan diikuti oleh berbagai sektor industri dari berbagai wilayah di Tanah Air,” kata Kepala BPSDMI Kemenperin, Eko S. A. Cahyanto di Jakarta.

Kepala BPSDMI Kemenperin, Eko S. A. Cahyanto.

Dikatakannya, Kick Off Pelatihan 3 in 1 saat ini diikuti 6.103 orang, yang mencakup 14 provinsi dan 52 kabupaten/kota serta melibatkan 101 industri dan 20 dinas kabupaten/kota, dengan berbagai jenis pelatihan. Rinciannya adalah :
• BDI Medan sebanyak 900 orang untuk pelatihan operator mesin dan peralatan produksi pabrik kelapa sawit dan operator produksi olahan makanan dan keamanan pangan.

• BDI Padang sebanyak 1.190 orang untuk pelatihan operator junior custom made wanita, pembuatan tenun datar dengan alat tenun, pembuatan hiasan busana dengan alat jahit tangan dan batik tulis.

• BDI Jakarta sebanyak 825 orang untuk pelatihan operator mesin industri garmen dan quality control garmen.

• BDI Yogyakarta sebanyak 1.570 orang untuk pelatihan operator jahit upper alas kaki, operator jahit karung jumbo plastik, upskilling jahit karung jumbo plastik, operator assembling alas kaki, serta desain dan finishing furniture.

• BDI Surabaya sebanyak 750 orang untuk operator mesin industri garmen, operator tekstil dan supervisor garmen/TPT.

• BDI Denpasar sebanyak 168 orang untuk pelatihan animasi.

• BDI Makassar sebanyak 700 orang untuk pelatihan desain kemasan, aneka olahan rumput laut, aneka olahan ikan dan aneka olahan cokelat.

BACA JUGA :  Panglima TNI dan Kapolri Dukung Sanur Jadi Zona Hijau Covid-19

“Pelatihan 3 in 1 ini diharapkan dapat memberikan bekal pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja calon tenaga kerja yang akan bekerja di industri maupun memulai wirausaha baru, menyiapkan tenaga kerja tersertifikasi yang kompeten dan memiliki daya saing serta untuk menanggulangi dan membantu saudara saudara kita yang terkena dampak yang diakibatkan oleh pandemi Covid-19,” ungkapnya.

Disampaikan pula, perusahaan industri yang menjadi lokasi pelatihan dipastikan telah memiliki Izin Operasional Mobilitas Kegiatan Industri (IOMKI) sesuai dengan Surat Edaran Menteri Perindustrian Nomor 7 tahun 2020 tentang Izin Operasional Pabrik Dalam Masa Kedaruratan Kesehatan Masyarakat Covid-19, serta persyaratan lainnya sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Selain wajib menerapkan protokol kesehatan baik pada saat pelatihan maupun di luar pelatihan, kegiatan pelatihan juga dipantau secara terus menerus hingga berakhirnya masa pelatihan. (igp)

Related Posts